News

Lama vakum, kini kembali hadir Jazz Aula Barat ITB

Jazz Aula Barat ITB 2013 - #3Scapes

Layaknya kepingan puzzle, perhelatan jazz di kampus ITB tidak akan lengkap tanda adanya sebuah momen yang mengisyaratkan bahwa pergerakan jazz di kampus ITB itu ada. Walau gaungnya tidak mewah tapi bagi mereka yang menyaksikan pada zamannya akan selalu tetap membekas.

Salah satu saksi bisu perhelatan jazz di kampus ITB adalah Gedung Aula Barat ITB. Berdiri sejak 1920an, Gedung Aula Barat ini merupakan landmark di kompleks ITB. Seiring berkembangnya zaman, Gedung Aula Barat sering digunakan untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan. Sebagai salah satu genre music, jazz tidak ketinggalan juga mengukirkan sejarahnya di Gedung Aula Barat ITB. Berbagai macam acara pertunjukan jazz pun telah diselenggarakan di gedung tersebut. Nama besar musisi jazz baik nasional maupun global pernah menunjukan kepiawaiannya di Aula Barat ITB. Hal ini membuat Aula Barat ITB identik dengan musik jazz.

Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, perhelatan jazz di Kampus ITB perlahan-lahan memudar dan tergilas oleh perhelatan jazz di kampus lain yang memang skalanya jauh lebih besar. Dampak lainnya adalah asosiasi musik jazz sudah tidak lekat lagi dengan Gedung Aula Barat ITB. Dalam keadaan seperti ini, sebuah ide kemudian tercetus di benak beberapa penggiat jazz kampus untuk kembali mengangkat nama Aula Barat sebagai venue alternatif bagi perhelatan musik jazz di Indonesia sekaligus menjadi penanda hadirnya ikon-ikon jazz di sana.

Penggiat Jazz kampus yang tergabung dalam ITBJazz sebagai unit kegiatan mahasiswa ITB bersama Riza Arshad (alumni Desain Grafis ITB) dan Imam Pras (alumni Elektro ITB), dimana keduanya adalah musisi jazz aktif, menginisiasi sebuah acara bernama Jazz Aula Barat pada bulan April 2013. Jazz Aula Barat adalah sebuah event yang berusaha menghadirkan pertunjukan musik jazz dengan kualitas optimal baik dari segi musikalitas maupun penyajiannya. Kualitas optimal ini merupakan eksplorasi daya kreasi dari musisi itu sendiri serta telah melewati proses kurasi dari musisi yang sudah mendedikasikan dirinya dalam perkembangan musik jazz di Indonesia. Proses kurasi ini berusaha menjaga agar nilai eksplorasi daya kreasi terhadap musik yang dibawakan tetap pada nilai musikalitas yang dipegang oleh para musisi jazz di dunia.

Nilai-nilai ini dikombinasikan dengan keunikan dan kekhasan yang dibawa baik dari sisi musisinya maupun latar belakang budaya dimana musisi tersebut berada. Dengan adanya kurasi ini, diharapkan sajian musik jazz di acara Jazz Aula Barat sefrekuensi dengan nilai-nilai akademik serta sosial-budaya yang dipegang oleh ITB.

Jazz Aula Barat yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 April 2013 menghadirkan #3scapes, sebuah grup yang terdiri dari Riza Arshad , Akhsan Sjuman, dan Yance Manusama. #3scapes adalah salah satu kelompok musik dari tanah air yang tegas mengambil jalur eksistensinya di musik jazz.

Kelompok ini sejatinya merupakan wadah eksplorasi musikal Riza Arshad (pianis, komposer dan pimpinan grup musik jazz simakDialog), Yance Manusama (musisi jazz senior dengan tipe permainan bass elektrik yang khas dan antisipatif) serta Aksan Sjuman (orkestrator yang belakangan banyak berkecimpung dalam penggarapan musik film), yang menggantikan drummer Arie Ayunir dalam format trio ini.

Subtle funk adalah warna dasar dari jenis musik #3scapes, meski dalam berbagai kesempatan warna musiknya melebar ke pelbagai jenis lain tanpa melepas elemen improvisasi dalam berbagai nuansa atau mood-nya.Grup yang terdiri dari musisi jazz kawakan tersebut akan mengembalikan warna musik jazz yang telah hilang di Aula Barat sekaligus juga menjadikan Aula Barat sebagai titik temu para musisi jazz Indonesia.

Diharapkan, perhelatan Jazz Aula Barat pada tanggal 1 April 2013 di Gedung Aula Barat akan menjadi tolok ukur tersendiri mengenai kelanjutan pergerakan jazz pasca ITBJazz berdiri serta mengembalikan asosiasi musik jazz pada salah satu gedung cagar budaya Bandung tersebut.

Sebagai penyelenggara, ITBJazz selalu mencoba untuk berkembang menjadi sebuah komunitas Jazz yang baik secara kualitas dan bisa menghadirkan esensi-esensi acara musik jazz pada setiap penyelenggaraannya. ITBJazz awalnya dirintis oleh mahasiswa/i dari berbagai elemen kampus ITB sebagai komunitas penggiat jazz bernama ITJazz. Secara resmi menjadi bagian dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ITB pada tahun 2011 dengan nama ITBjazz. ITBjazz menjadi wadah apresiasi musik jazz, baik dari dalam kampus ITB maupun di luar kampus ITB. Acara yang telah diselenggrakan oleh ITBjazz adalah GIG!, ITJazz live music, movie screening, coaching clinic dan jazz album trading.

ITBJazz tidak hanya fokus tentang bagaimana teknis bermain jazz, tetapi juga di luar teknis bermain jazz. Inilah sebabnya anggota ITBJazz bukan hanya orang-orang yang bisa bermain musik jazz, tetapi juga orang-orang yang cinta dengan jazz meskipun tidak bisa memainkannya. Segala sesuatu tentang jazz coba diapresiasi disini, diskusi-diskusi mengenai musisi dan lagu, tampil di berbagai gig, sampai menonton acara-acara jazz bersama para anggota. Karena itulah, ITBJazz merupakan sebuah wadah bagi semua penikmat jazz di ITB untuk saling berkumpul, bermain musik, sharing, dan berbagi ilmu tentang jazz.

Untuk pemesanan tiket, dapat dilakukan pada website resmi Jazz Aula Barat www.jazzaulabarat.org atau datang langsung ke sekretariat ITBJazz pada alamat Sunken Court E-05 Kampus ITB, Jl. Ganesha 10, Bandung. HTM sebesar IDR 25.000,- Informasi lebih lanjut silakan mengontak Achmad Kafin Noe’man di +6281312511530.

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker