FestivalNews

The Doctor & The Professor: Duet Gres Tompi-Deviana di Indo Jass

The Doctor & The Professor
The Doctor & The Professor

The Doctor & The Professor adalah juga duet Teuku dan Tjut bagi vokalis Tompi (Teuku Adifitrian) dan pianis Tjut Nyak Deviana Daudsjah. Mantap tampil berempat bareng dua belia Fajar Adi Nugroho dan Wahyu Prastya hingga proses rekaman, dua musisi ini sebetulnya kerap tampil sepanggung tahun 2013 ini, termasuk dengan tim lengkap seksi tiup sebagai variasinya. Tak berhenti dengan jazz affair di atas panggung, Tompi pun berdiri di belakang rilis Deviana “Tales of Indonesia: Solo Piano Live from Soehanna Hall” sebagai produser eksekutif, juga di tahun ini.

Yang dokter: bedah teknik scat dan manipulasi vokal manusia, yang profesor: sampaikan kuliah 101 sejarah musik. Itulah yang asyik dikemas calon favorit grup ini dalam “Menghujam Hati” yang menggoyang Indonesian Jass Festival 2013 malam pertama (30/08/’13), dengan kebebasan menyelipkan potongan-potongan populer musik klasik hingga folk. “Bujangan”-nya Koes Plus pun dieksekusi kreatif dengan suara Tompi terdengar seperti keluar dari radio transistor antik dalam siaran mono. Dari sejumlah kesempatan, nomer ini adalah salah satu yang muncul menyusul komentar jahil tolak bawakan lagu pop yang biasa dilontarkan Tompi, “Inikan festival jazz.” Di lain waktu bisa saja nomer Bruno Mars misal yang muncul.

Dokternya Tompi mungkin tak relevan di panggung, akan tetapi Deviana, profesor di Basel, figur di balik perintisan Institut Musik Daya di tanah air, terlihat bisa cair ke sisi hiburan atraktif dalam ruang spontan jazz, terhindar dari anggapan angker akademisi. Alhasil “Dari Sabang Sampai Merauke” tak berhasil memuaskan penonton dari meminta encore yang akhirnya tak dipenuhi karena disiplin penyelenggara menjaga jadwal. Tompi lalu meminta maaf dengan nada menghibur, “Lain kali kita bikin lagi, pada datang lagi, gratis.”

Setelah awalnya sempat muncul dalam formasi gabungan antara grup Urban Phat-nya Fajar dengan Groovology-nya Tompi. Agaknya yang terakhir ini yang akan sampai ke rilis album. Kompak, gres, dan muncul tepat di jaman menjamurnya jazz dengan aneka selera penontonnya di Indonesia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?