News

Harmen Fraanje Trio, melibas standarisasi bunyi

Rayakan ulang tahun ke-26, Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) menghelat GKJ International Festival (GKJIF) yang hadirkan sejumlah pertunjukan seni modern dari sejumlah seniman mancanegara maupun dalam negeri. Membuka GKJIF 2013 adalah grup musik asal Belanda, Harmen Fraanje Trio pada Selasa malam (17/9) bertempat di Gedung Kesenian Jakarta di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

GKJIF 2013 logo

Dimulai menjelang pukul delapan malam, Harmen Fraanje (piano), Clemens van der Feen (kontrabas) serta drummer Flin van Hemmen segera awali perjumpaan lewat komposisi “Alea 02.” Introduksi berupa denting piano lirih ibarat sketsa yang tergores halus di atas kanvas. Seperti judulnya, nomor ini berikan indikasi elemen aleatorik yang penuh teka-teki, kemudian dijawab oleh Clemens saat ia mengambil alih tema utama sementara Flin tampak menelusuri ragam bunyi perkusif.

Harmen Fraanje - GKJ

Acuan indeterminasi sangatlah kentara dalam beberapa nomor yang mereka sajikan, antara lain dialog intens “Hail To the Wives,” “Oker,” hingga komposisi menjelang akhir konser, “Alea 4.” Walaupun dominan oleh preferensi jazz Eropa yang spesifik, namun Harmen, Clemens dan Flin sama sekali tidak canggung untuk mengayun bebop. Hal itu dinyatakan lewat “Kira” sebagai dedikasi kepada anjing kesayangan Harmen.

Dari segi musikalitas, ketiganya miliki insting yang terasah tajam baik secara individu ataupun kolektif. Selain unjuk kebolehan virtuositas instrumen masing-masing, mereka pun amat jeli mengolah tekstur dalam proyeksi keheningan yang terdapat pada “51,” juga tempo mengalun atas nomor “Ballad” dengan sentuhan puitis.

Harmen Fraanje Trio - GKJ

Sebuah komposisi bertitel “Bo3oeg” menjadi salah satu ciri khas gaya permainan Harmen Fraanje Trio yang sukses menarik-ulur tensi musikal penuh spontanitas. Bermula denting piano ostinatik repetitif dengan alur melodi sederhana, lambat laun makin berenergi lewat tambahan arco Clemens, sedangkan Flin berikan pukulan-pukulan kaya nuansa. Selepas episode chaotic terhias improvisasi terbuka, karakter bunyinya beralih kalem untuk selanjutnya menyisakan frase solo Harmen yang teramat sendu.

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker