News

Senam jari The Beatles bersama Indro Hardjodikoro The Fingers

Liputan konser Indro Hardjodikoro The Fingers – Ini Hanya The Beatles, Salihara Jazz Buzz 2014, 18 Januari

Melanjutkan sesi mingguan Salihara Jazz Buzz 2014, di putaran keduanya tampil sebuah grup Indro Hardjodikoro The Fingers bentukan Indro, salah satu basis beken di tanah air. Sejalan dengan tajuk Persembahan: Tribute to the Masters, The Fingers hadirkan sejumlah rendisi nomor The Beatles yang tidak perlu introduksi lagi karena memang telah dikenal di penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Sebelum konser dimulai, gedung pertunjukan tampak ramai oleh audiens yang telah memadati bangku penonton dan bagi yang tidak mendapat kursi menikmatinya dengan duduk lesehan di sekeliling panggung. Atraksi dibuka lewat solo drum Yandi Andaputra, anggota termuda The Fingers yang masih berstatus pelajar SMA. Pukulan-pukulan energik sekaligus menghantarkan satu-persatu personil The Fingers di instrumen masing-masing.

Foto oleh Witjak/Salihara
Foto oleh Witjak/Salihara

Kemudian band ini mulai menggoyang dengan introduksi free-flow sembari mainkan tema “Come Together” guna menyambut audiens, berlanjut datangnya trumpeter Indra Dauna tiupkan melodi “Lady Madonna” selaras petikan bas Indro. Kibordis Andy Gomez lalu melampirkan solo memikat atas nomor “Michelle” yang malam itu teraransir lima hitungan.

Melihat barisan penonton yang berlesehan, Indro pun berlaku serupa sambil ucapkan kata sambutan, “Memainkan kembali karya-karya The Beatles bukan perkara mudah, soalnya lagu mereka sudah enak dari sananya, jadi susah untuk diaransemen,” candanya. Setelah perkenalkan pasukannya, Indro melanjutkan dengan “Norwegian Wood” di mana ia mulai mengeksplorasi basnya tersebut.

Foto oleh Witjak/Salihara
Foto oleh Witjak/Salihara

Nama The Fingers nampaknya sesuai untuk mewakilkan betapa mahir dan lihainya jemari mereka. Salah satunya ialah Fajar Adi Nugroho yang disebut Indro sebagai “murid, sahabat dan guru saya.” Malam itu Fajar tampilkan solo ekstensif berupa medley dengan tingkat kesulitan tinggi dalam gaya bermain mazhab Wootenian. Pun, terdengar betikan nada “Here, There and Everywhere,” “Here Comes the Sun,” juga “Penny Lane” yang agak polifonik.

Tak melulu instrumental, dua vokalis turut pula hadir meramaikan arena; Andi Zoels lewat “Yesterday” juga biduan Soukma Egas dengan alunan merdu dalam “Blackbird” serta balada “The Long and Winding Road.” Berlanjut rendisi “Strawberry Fields Forever” dan sebuah encore, pertunjukan malam itu berakhir oleh refleksi atas adegan pembuka, saat drum tunggal Yandi menjadi “gong,” menutup tuntas aksi Indro Hardjodikoro The Fingers.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker