News

Fabrizio Bosso & Julian Mazzariello, berdialog intim lewat trumpet dan piano

Liputan konser “Shuffle” Fabrizio Bosso/Julian Mazzariello, Usmar Ismail Hall, Jakarta, 28 Februari

Hujan deras pula langgeng yang mengguyur Jakarta, Selasa malam (28/2), tentunya membuat repot sebagian besar penduduk ibukota. Alasannya dapat ditebak; jebakan banjir dan macet di keesokan harinya. Namun, setidaknya, bagi audiens Usmar Ismail Hall malam itu ada cerita lain yang mereka alami sebagai pendahuluan—siraman bunyi oleh duet Fabrizio Bosso/Julian Mazzariello.

Fabrizio dan Julian adalah pemusik jazz asing pertama yang bermain di Indonesia di tahun 2014. Sebelumnya, Kedutaan Besar Italia dan Istituto Italiano di Cultura membawa dua saksofonis handal; Carlo Actis Dato, dan Francesco Cafiso dengan grupnya masing-masing. Kali ini, konser tersaji dalam bentuk duet trumpet-piano yang berkesan lebih intim.

Fabrizio Bosso - Julian Mazzariello_2

Sore hari sebelum pertunjukan dimulai, duet ini berbagi cerita sembari melakukan open sound check. Seputar musisi yang menjadi panutan, latar belakang musik klasik, serta cuplikan singkat musik yang akan mereka mainkan malam harinya. Fabrizio menyebut Clifford Brown, Wynton Marsalis, Jon Faddis serta Terence Blanchard sedangkan Julian mengidolakan Miles Davis. Keduanya sempat mengenyam pendidikan musik klasik yang menjadi dasar untuk teknik permainan, dan Fabrizio sekilas mendemonstrasikan sound effect berlanjut sebuah nomor “There is No Greater Love.”

Fabrizio Bosso_1

Lepas pukul delapan, konser pun dimulai. Geliat swing “But Not For Me” membuka perjumpaan dengan eksekusi yang sangat rapi. Beralih menuju manisnya balada “Luiza” saat introduksi piano berikan kesan impresionistik, lalu diambil alih oleh hembusan trumpet yang sederhana namun penuh makna. Lekuk bossa nova bertemu pola tarian khas Italia dalam “Wide Green Eyes,” gubahan Fabrizio seperti halnya “Costellazioni” yang memakai efek bunyi sintetis repetitif.

Dimainkan pula sebuah lagu tulisan Bruno Martino yang sangat dikenal di kalangan penikmat jazz, tak lain adalah “Estate.” Baik Fabrizio dan Julian saling mengisi, baik secara melodik serta harmoni, bergantian mengolah tema juga improvisasi. Kemapanan teknik keduanya ditunjukan lewat seri “Bye Bye Blackbird,” “Dizzy’s Blues” pula musik tema “Taxi Driver.”

Fabrizio Bosso - Julian Mazzariello_1

Lebih lanjut, akselerasi bebop “Lady Be Good” melaju cepat, ditambah nomor bonus “Mack the Knife.” Di nomor penutup tersebut, Julian beraksi string piano sehingga terdengar seperti banjo, sedangkan Fabrizio merepet ala Dixieland dengan bantuan muted trumpet sekaligus akhiri sesi malam itu secara meriah.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker