Java Jazz FestivalNews

Krakatau Reunion, enam sahabat lama yang membius penonton CLEAR Java Jazz Festival 2014

Remaja yang tumbuh pada pertengahan 1980-an dan 1990-an pasti tak asing dengan warna suara Trie Utami lewat lagu-lagu Krakatau yang hits ketika itu seperti “La Samba Primadona,” “Kau Datang,” “Di Sekitar Kita,” “Kembali Satu,” atau “Kemelut.” Dua puluh empat tahun berlalu dan tanggal 1 Maret lalu di CLEAR Java Jazz Festival 2014, keenam sahabat—Indra Lesmana, Trie Utami, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra dan Prasadja Budi Dharma—bersatu kembali untuk pertama kali. Mereka masih punya daya tarik mengajak penonton bernostalgia dan bernyanyi bersama.

Foto oleh Dwi/WartaJazz
Foto oleh Dwi/WartaJazz

Dwiki Dharmawan menyatakan rasa syukurnya menyaksikan antusiasme penonton dengan penampilan mereka setelah sekitar dua puluh tahun vakum. “Jadi tadi yang datang banyak yang keluarga. Ayah ibunya bernostalgia, anaknya menikmati.”

Kekosongan Krakatau bukan berarti mereka berenam sama sekali tidak berkarya, tetapi justru masing-masing terus bermusik dan tampil di berbagai konser dan festival. Dwiki Dharmawan, misalnya, kini terkenal sebagai pemusik jazz etnik yang tak henti menggali potensi musik etnik Indonesia untuk dibawa ke panggung jazz nasional dan internasional; pun demikian dengan Indra Lesmana yang jadwal manggungnya sangat padat serta banyak memproduseri artis jazz muda. Menurut Trie Utami, itulah yang membuat Krakatau selalu siap manggung, karena mereka tak pernah berhenti bermusik. “Tapi tadi saya banyak lupa chord,” seloroh Dwiki Dharmawan.

Foto oleh Dwi/WartaJazz
Foto oleh Dwi/WartaJazz

Berawal dari reuni pada September 2013 lalu di Jogja, Krakatau sebenarnya sudah siap untuk konser tur, tetapi jadwalnya masih belum bisa dipastikan. Keseriusan Krakatau ini bisa dilihat dalam persiapan mereka untuk album terbaru. Sekitar 10 lagu lama sudah disiapkan untuk dilempar lagi ke pasar dan tur keliling daerah juga akan dijadwalkan. Bagi mereka, event Java Jazz Festival 2014 ini adalah semacam tes ombak. Dan tanpa mereka duga, gelombang antusiasme untuk mereka tak pernah surut. (WartaJazz/Uswatul Chabibah)

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?