Java Jazz FestivalNews

Komposisi puitis bagai Haiku oleh Keiko Matsui (CLEAR Java Jazz Festival 2014)

Tampil pertama kali dalam CLEAR Java Jazz Festival 2014, pianis Keiko Matsui tampil selama dua hari bertutut-turut tetapi panggungnya tak pernah sepi penonton. Pianis yang dipengaruhi berbagai genre musik ini namanya sudah tak asing lagi bagi para penggemar jazz, khususnya penggemar smooth jazz dan new age. Lewat “Dream Seeker” yang dibawakan pada hari terakhir Java Jazz (2/3), Keiko berhasil mengajak penonton larut dalam dentingan pianonya ditingkahi suara saksofon yang manis.

Kepada WartaJazz, Keiko mengakui bahwa ketika menulis komposisi-komposisinya, ia mengalir saja bagai haiku, puisi khas Jepang. Dalam kesibukannya mengikuti berbagai tur di berbagai belahan dunia, ia selalu meluangkan me-time selama beberapa waktu untuk bisa menulis lagu dengan tenang di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk panggung.

Foto oleh Griven/WartaJazz
Foto oleh Griven/WartaJazz

Dengan latar belakang musik klasik dan kegemarannya pada musik rock—Sting adalah musisi favoritnya—komposisi Keiko tidak hanya kaya rasa. Terlebih perpaduan Timur dan Barat (Ia lahir di Tokyo tetapi kini tinggal di Amerika Serikat), khas musik new age, memberi sentuhan yang menenangkan sekaligus menyegarkan. “Bridge Over the Stars” yang juga dibawakan di hari terakhir Java Jazz 2014 adalah buktinya. Sedikit sentuhan rock di akhir lagu kian memanaskan panggung dan menutup lagu dengan sempurna.

Mengaku banyak dipengaruhi Chopin, Rachmaninoff dan Stevie Wonder, Keiko mengakui bahwa perkembangan musik jazz di Indonesia sudah sangat pesat, dan dirinya pun terkejut ternyata Java Jazz Festival adalah sebuah ajang musik yang sangat besar. Menurut Keiko yang sudah berkarir selama lebih dari 20 tahun ini, banyaknya musisi muda yang tampil di Java Jazz Festival 2014 menandakan bahwa generation gap tersebut sudah semakin kecil dan itu menunjukkan dukungan yang luar biasa bagi mereka, terlebih dengan tampilnya berbagai kolaborasi para musisi antar generasi. (Uswatul Chabibah/WartaJazz)

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker