News

Economic Jazz UGM persembahkan Lee Ritenour

economic-jazz-2014Lee Ritenour Konser di UGM

Gitaris jazz kelas dunia Lee Ritenour akan hadir di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta. Pengundangnya adalah Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, yang sebelumnya telah sukses mendatangkan grup fusion-jazz Casiopea dari Jepang. Lee tidak hadir sendirian, ia akan didampingi oleh vokalis beraliran R & B kelas dunia, Phil Perry. Konser terhebat dalam sejarah jazz di Yogyakarta ini, bertajuk Economics Jazz jilid ke-19, akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Mei 2014, di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta.
“Tidak bisa disangsikan lagi, inilah konser jazz terbaik dalam sejarah UGM dan Yogyakarta. Kami bekerja keras untuk meyakinkan mereka agar mau hadir di Yogyakarta,” kata promotor A. Tony Prasetiantono, dosen UGM yang juga pengamat ekonomi nasional.
Sebagai band pembuka, panitia memilih penyanyi muda yang tengah naik daun Monita Tahalea, serta grup RAN (Rayi, Asta dan Nino) yang sedang menjadi favorit anak-anak muda. Sedangkan pembawa acara yang terpilih adalah Choky Sitohang.
Lee Ritenour adalah gitaris jazz yang tinggal di Malibu, California, Amerika Serikat. Ia memulai karirnya sejak 1976, dan karena kepiawaiannya memainkan gitar, sehingga dijuluki captain fingers. Lee dalam karirnya banyak dipengaruhi oleh gaya musik Brasil, di mana ia sangat mengagumi Antonio Carlos Jobim.
Lee Ritenour telah merekam 33 album, dengan banyak lagu hits seperti Rio Funk, Bahia Funk, Night Rythms, Early A.M. Attitude, Rainbow. Lee juga pengagum berat gitaris jazz legendaris Wes Montgomery, yang kemudian dia buatkan lagu berjudul Wes Bound, di album Stolen Moment (1990). Selain memainkan fusion jazz yang berbau samba Brasil, Lee kemudian juga mulai serius menggarap album-album dengan gaya jazz standar (mainstream).

Untuk konser di UGM nanti, Lee Ritenour akan membawa band-nya dari California. Penyanyi dengan genre musik R & B Phil Perry akan menjadi ujung tombak konser ini. Phil memiliki banyak lagu hits yang sangat terkenal di seluruh dunia, seperti Is It You?, Call Me, The Best of Me, Forever, Amazing Love, Woman. Dalam konser di UGM, Phil Perry secara khusus diminta panitia untuk menyanyikan lagu hit It Might Be You yang semula merupakan lagu tema film Tootsie yang dibintangi Dustin Hoffman. Band Lee Ritenour di UGM akan terdiri dari Otmaro Ruiz (keyboards), Wesley Ritenour (drums), Benjamin Shepherd (bass) dan Fred Schreuders (gitar), dengan bintang tamu Michael Paulo (sax).

Meskipun menyandang predikat konser kelas dunia, panitia sengaja menjual lima kategori tiket dengan harga terjangkau untuk publik Yogyakarta: kelas bronze Rp 75.000, silver Rp 150.000, gold Rp 200.000, platinum Rp 300.000, dan diamond Rp 400.000. Kampus UGM memiliki sejarah panjang sejak 1987 menyelenggarakan berbagai konser jazz dengan harga tiket relatif murah. Sebelum Lee Ritenour, UGM sudah berpengalaman mendatangkan musisi jazz dunia David Benoit (2012) dan Casiopea (2013). Kedua konser ditonton lebih dari 3.000 orang, di mana tiket habis (sold out) sejak dua minggu sebelumnya.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close