New ReleaseNews

Julian Abraham Marantika rilis The Beginning of an End

Julian Abraham Marantika - The Beginning of An End
Julian Abraham Marantika – The Beginning of An End

Julian Abraham Marantika seorang musisi yang mulai belajar piano dari umur 14 pada Getih Indra Sunaryo merilis sebuah album solo bertajuk The Beginning of an End.

Rekaman yang dikerjakan secara live di Syaelendra Studio Jakarta pada Juli 2012 lalu memuat lima track yaitu “Beginning of an End”, “A Day in A Life Time”, “Changing Today”, “Emily” dan “Milestone”.

Turut membantu dalam penggarapan album ini musisi yang pernah tampil pula di Serambi Jazz yaitu Lie Indra Perkasa (doublebass), Elfa Zulham Syah Warongan (drum), Gerald Situmorang (gitar) dan Cassia Agata (vokal). Windi Setiadi bertanggung jawab pada pengerjaan mixing dan mastering album yang covernya menampilkan wajah Joy – demikian Julian akrab disapa dan bernuansa hijau

Musisi yang sempat belajar teori musik dan saksofon pada Barry Likumahuwa ini mulai belajar piano jazz pertama lewat pianis Riza Arshad dan Krishna Balagita.

Ia pernah mengungkapkan arti dari “jazz” baginya adalah ‘budaya pengganti’. Jazz hadir sebagai pengganti fashion dan membebaskan diri dari pemaknaan umum yang sudah populer. Itu sebabnya dia ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa jazz bisa fleksibel, tetapi di pada waktu yang sama juga begitu ‘canggih’.

Dalam album solonya ini Joy yang mengaku konsepnya pop jazz, menyatahakan bahwa masyarakat umumnya gampang mencerna lagu lewat lirik, sehingga ia menciptakan pesan lewat lirik lagu. “Tapi tidak semata-mata pop biasa juga”, ujarnya. “Saya tetap bawa elemen kompleks harmoni kedalam lagu-lagu saya biar gak monoton bunyinya seperti album pop umumnya”, tambahnya lagi.

Ia mengungkapkan bahwa Jazz itu sanggup beradaptasi kemana saja. “Saya pengen buat album pop dengan basic jazz yg saya punya”, jelasnya.
Tentang lagu-lagu yang ada didalam album ini, Joey menjelaskan lebih lanjut bahwa track “Begining of an End” itu liriknya tentang melihat kedepan sebagai sebuah awalan baru. Lagu ini dikerjakannya dalam sebuah sesi lab saat masih kuliah. Ia menegaskan sebuah pemikiran bahwa harmony pada bagian akhir sebuah lagu memiliki dasar yang sama dengan diawal dalam kualitas yang berbeda. Ia mengaku bahwa awalnya komposisi ini tidak disiapkan untuk vokalis, tapi seiring waktu berlalu, Joy melihat dalam sudut pandang yang berbeda.
“A day in a life time” bercerita tentang keberanian untuk memilih prinsip. Lagu ini merupakan kombinasi dua materi dan tiga individu dari tiga negara berbeda dalam memaknai apa yang mereka ketahui dalam hidup. Ketiga orang yang dimaksud Joy yaitu Soekarno, Gandhi dan Malcolm X.

“Changing Today” memuat temanya perubahan. Seperti halnya track yang sama dengan judul album ini, komposisi ini diciptakan untuk trio jazz pertamanya, yang kemudian di aransemen ulang untuk vokal.

Lagu berikutnya “Emily” sebenarnya sebuah dedikasi untuk sang buah hati tercinta. Ia juga terinspirasi dari sebuah versi karya Bill Evans berjudul Emily. Emily” sendiri sebenarnya sebuah lagu yang popular milik komposer Johnny Mandel, yang liriknya dikerjakan Johnny Mercer. Lagu ini juga merupakan judul lagu dari film The Americanization of Emily, pada tahun 1964. Musisi yang merekam lagu ini antara lain Bill Evans dan Tony Bennett. “Emily” menjadi lagu yang berasosiasi dengan Bill Evans, yang merekamnya untuk pertama kali lewat albumnya Further Conversations with Myself pada tahun 1967 dan direkam bersama saxophonist Stan Getz.

Sedangkan lagu penutup “Milestone” yang mengingatkan kita pada karya orisinal milik maestro Miles Davis itu mencoba mendeskripsikan soal kebebasan berekspresi. Joy mencoba meramu beberapa variasi ritmik dan “feel” beat yang popular dengan melakukan “twist” pada melodi.

CD Julian “Joy” Abraham Marantika – The Beginning of an End seharga IDR 50.000,- dapat di beli via WartaJazz Online Store, silakan hubungi sales@wartajazz.net atau Telp 0819-278-25299 (081WARTAJAZZ) setiap jam kerja.

 

 

 

 

Kira2 begitu mas

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker