FestivalNews

Ngayogjazz kembali hadir dengan Tung Tak Tung Jazz di desa Brayut Sleman

ngayogjazz

Peristiwa budaya dalam bungkus gelaran tahunan musik jazz, ‘Ngayogjazz’ akan kembali hadir diruang publik. Tempat interaksi itu adalah venue yang pernah dipakai sebelumnya yaitu Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman.

Aji Wartono dari tim kreatif Ngayogjazz 2014 – yang juga merupakan salah satu founder WartaJazz – di Momento Kafe, Sawitsari, Sleman mengungkapkan bahwa acara Ngayogjazz yang digelar di Brayut ini merupakan kali kedua setelah tahun 2012. Sekadar catatan saja, tahun lalu acara digelar di Desa Sidoakur, Godean.

“Di Brayut, berdasarkan pengakuan warga sekitar merupakan acara sukses dengan dihadiri lebih 10 ribu orang,” ungkap Aji kepada para awak media, Kamis (20/11/2014).

Ngayogjazz 2014 yang mengambil tema Tung Tak Tung Jazz’  yang menggambarkan berbagai alat bunyi tradisional seperti kendang. Dalam acara itu berbagai kelompok musik, musisi dan kesenian tradisional seperti jathilan, hadrah berinteraksi selama satu hari sejak pukul 09.00-23.00 WIB.

Sejak pertama kali digulirkan Ngayogjazz berusaha mendobrak pandangan tentang musik jazz di Indonesia yang serba mewah dan elitis. “Gagasannya sederhana saja. Kami mencoba mengubah musik jazz menjadi musik yang mudah diterima, murah dan egaliter atau siapapun bisa menikmati termasuk orang desa sekalipun dan dimana saja,” katanya.

Tahun 2014 ini merupakan tahun yang penat, karena ada kegiatan Pilpres dan Pemilu, oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita berhenti sejenak dengan segala aktifitas kita kemudian bergembira untuk melepaskan penat. Kegembiraan ini layak pula kita rayakan dengan menyaksikan banyaknya musisi jazz muda yang semakin hari semakin gemar untuk mengeksplorasi kekayaan lokal pada musik-musiknya. Jadi mari bergembira setelah nada berikut, “Tung Tak Tung Jazz!”

Sejumlah bintang tamu dipastikan akan tampil mengisi kegiatan festival selama seharian ini antara lain Mezcal-Jazz-Unit, Tuslah Quartet, ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks), Bintang Indrianto Trio with Iqbal, YK Samarinda, Balawan Trio, Dewa Budjana, Shadu Rasjidi Band, Yohanes GondoTrio, Van Java, Jay Gatra Wardaya with Gamin, Miyoshi-Masato Duo, GrooveNRoll, Mahesa And Friends, Frau, Aljabar, Orkes Keroncong Tresnawara, Duo Bajo, Blue Batik Replica Dari Pekalongan-Jazz-Society, Solo Jazz Society, Jazz Ngisor Ringin, Everyday, Brasszigur Brassband, Brasszigur Brassband, Danny Eriawan Project, Diwa Hutomo & The Soul Brothers, Jazz Mben Senen, Etawa Jazz dari Komunitas Jazz Yogyakarta dan Jogja Blues Forum.

Panitia menyediakan Shuttle Jazz pada hari Sabtu Kliwon, 22 November 2014 dengan keberangkatan bus mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Bus tersedia tiap 30menit. Kepulangan bus  dari Desa Wisata Brayut mulai pukul 18.00-21.00 WIB. Bus tersedia tiap 30menit.

Dua titik Shuttle Jazz Ngayogjazz yaitu Bundaran UGM dan YOGYATOURIUM ( Jl. Gedongkuning 128, Yogyakarta ).  Dikarenakan Shuttle Jazz ini disediakan secara GRATIS, tidak dipungut biaya apapun , danTIDAK perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Selamat Ngejazz, Selamat Tung Tak Tung Jazz

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker