News

Komunitas dan Jazzer Muda Dapat Tempat di Bank Jatim Jazz Traffic Festival 2014

Jazz Traffic Festival 2014 memberikan panggung tersendiri bagi komunitas jazz baik di Surabaya maupun luar Surabaya. Hal ini ditandakan dengan  penampilan Balikpapan Jazz Lover dan Korek Jazz Asal Surabaya. Kedua komunitas ini tampil di hari pertama Jazz Traffic Festival 2014, 22 November 2014 lalu. Walau tampil diawal acara, kedua komunitas ini menyuguhkan penampilan yang memukau. Balikpapan Jazz Lovers, group musik asal Pulau Borneo tersebut membawakan 5 lagu untuk pembukaan JTF 2014. Ditengah-tengah penampilannya, BJL Menyegarkan suasana dengan memainkan alat musik tradisional. Mereka juga menyanyikan salah satu lagu daerah asal kalimantan timur. Tak ingin mainstream, BJL mengaransemen Lagu daerah tersebut menjadi lagu disko. Sehingga penonton tetap asyik dalam menikmati musik yang mereka bawakan.BJL Mengakhiri penampilan  sekaligus  menutup perjumpaan mereka pada JTF 2014 dengan membawakan lagu bertahan untukmu.

balikpapan_jazz_lover_1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain komunitas, Jazz Traffic Festival pada hari pertama juga mengakomodir musisi jazz muda asal lampung ini., Three Song hadir dalam formasi lengkap, Abraham Song on Guitar (10 tahun), Josafat Song on Drum (12 tahun) dan Samuel Song on Bass (15 tahun).  “Kami mencoba menawarkan konsep Avant Garde bagi para penggemar kami,” kata Samuel pemain bass Three Song.Secara berurutan mereka menghentak panggung Bank Jatim Jazz Traffic Festival dengan beberapa lagu diantaranya Hippo Track, Journey to Java, Falimy Time, My Devotion, My Love Bird dan In His Grace. Sementara itu, Dodo Mikha, Founder Three Song mengatakan, Three Song pada JTF kali ini ingin mencoba membawa jazz yang tak kenal batas wilayah, strata sosial, pendidikan dan sebagainya. Jazz itu persaudaraan antara musisinya, penikmatnya dan bahkan orang-orang yang mencari kedamaian dalam perjalanan hidupnya.”Memang sangat filosofis, tapi itulah jazz karena persaudaraan dan pergaulan jazz sangat luas, orang lalu tidak lagi berpikir dia dapat apa dari jazz, tetapi apa yang bisa saya berikan untuk jazz,” kata dia. Karenanya, terbentuknya Three Song juga tidak lebih dari sebuah persaudaraan dan persahabatan jazz.

Three Song

Bagus Kristomoyo

Jazz-holic and Frame-chaser

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker