Java Jazz FestivalNewsProfile

Snarky Puppy: Kombo Kolektif Yang Serba Segar

Antrian pintu panggung Java Jazz Festival (JJF) 2014 lalu membuktikan bahwa begitu jadi viral, grup seperti Snarky Puppy atau Dirty Loops tak akan sepi penonton meski tidak bermula dari distribusi major yang boleh dibilang mengontrol selera massa. Peta permainan berubah, anak-anak muda kini menghubungkan akuisisi musik dengan aktivitas unduh dan streaming, minus rantai label rekaman konvensional. Snarky Puppy bagian dari peta baru itu dengan 150,000 like di Facebook dan lebih dari 15 juta view di YouTube setelah “groundUp” (2012) melejitkan mereka secara internasional.

Khayalan bahwa semua penonton akan kebagian headphone seperti pada link YouTube yang dibagikan teman, tak jadi nyata di JJF. Akan tetapi, Michael League (bas/komponis/produser) yang memimpin kombo ini memperkenalkan “Lingus“, lagu yang tak sampai seminggu umurnya dan baru akan dirilis (online setidaknya sesuai profil mereka) di kemudian hari sebagai album “We Like It Here“. Sama segarnya adalah janji setlist yang berbeda setiap harinya selama dua kali tampil. Kelompok asal Brooklyn yang berdiri sejak 2004 ini tak dipagari konsep album, memprioritaskan live, jadinya selalu segar.

snarky-puppy-royal-artist.jpg
Snarky Puppy (Foto:RAG booking management)

Nama-nama yang biasa ada di deretan pendukung Erykah Badu, Marcus Miller, P Diddy Dirty Money, Snoop Dogg, Roy Hargrove, Tower of Power, dll. adalah elemen mosaik Snarky Puppy. Dari situ hadir jazz rock, gospel R&B, dan tradisi New Orleans yang konvergen jadi satu komposisi intrumental. Kendati berspektrum penggemar luas, audiens jazz punya penerimaan baik terbukti dari hasil jajak pendapat majalah Jazztimes untuk artis pendatang baru terbaik dan grup kontemporer elektrik/jazz rock terbaik.

Anggota yang terlihat menetap, Robert Searight (drum), Shaun Martin (kibor), Cory Henry (organ), dan multi-instrumentalis Louis Cato, adalah juga agen dari misi evangelis Snarky Puppy yang selalu menempelkan sesi workshop pada tur mereka. Dari 200 jadwal di 2014, salah satu institut musik di Jakarta juga jadi sasaran klinik bareng pentas JJF.

Setelah Grammy untuk penampilan bareng Lalah Hathaway, 2015 akan jadi saksi volume kelanjutan “Family Dinner” dan “Sylva“, sebuah kolaborasi ambisius dengan Metropole Orkest yang melebarkan lagi rombongan-kolektif berdukungan rotasi 25 personil ini. Komposisi orisinal, komitmen pada edukasi musik, dan corong internet menjadikan kelompok ini tetap berspirit “underground” walaupun telah dikontrak label besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker