Java Jazz FestivalNews

Folk elektronik dari jazzer serbabisa Richard Bona (Java Jazz Festival 2015)

Panggung A3 BNI Java Jazz Festival 2015 kedatangan musisi jazz asal Kamerun Richard Bona, seorang basis, komposer, bandleader, produser, dan one-of-a-kind singer/songwriter. Serbabisa dan multitalenta. Rasanya dua pengakuan tersebut tidak berlebihan untuknya. Sabtu malam, sekitar pukul 22.00, panggung mulai terbuka, lalu muncullah Richard Bona dan bandnya. Penonton langsung disapa olehnya dengan gayanya yang santai.

Musisi seperti Chaka Khan, Mike Stern, Bobby McFerrin, hingga George Benson pun pernah bekerja sama dengan Richard. Pria yang kerap mengucapkan terima kasih seusai menyanyikan sebuah lagu ini akan membawakan sejumlah nomor andalannya di panggung A3 BNI.

Malam itu, Richard Bona tampil dengan interaksi yang cukup intens dengan pengunjung. Sejumlah lagu seperti “Kalabancoro,” “Shiva Mantra,” dan “Engingilaye” dibawakan dengan ritmik yang kompleks. Kemudian, sentuhan folk dan elektronik terasa kentara pada lagu “O Sen Sen Sen,” “Bisso Baba” dan “Djombwe.”

Harmonisasi sederhana pun tercipta dari alunan yang dibawakan selama lebih kurang satu setengah jam, seperti album solo Bona yang ketujuh—Bonafied, menghadirkan musik yang lebih intim, multi-genre, juga terinspirasi dari berbagai budaya dan semangat musik yang tidak akan berhenti.

Kemudian, pada lagu “Please Don’t Stop,” ia menghadirkan John Legend sebagai teman kolaborasi di atas panggung. Tidak hanya itu, Tatum Greenblatt, trumpeter yang tergabung dalam bandnya juga dipersilakan untuk unjuk gigi dengan solo terompetnya. Paket penampilan Richard Bona Sabtu lalu benar-benar memberikan semangat baru. (Idha/WartaJazz)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker