News

Economics Jazz: Casiopea Bertemu Krakatau di Yogya

Economics JazzSebuah kejutan besar bakal terjadi di Yogyakarta, pada 1o Oktober 2015 nanti. Grup super fusion-jazz kelas dunia dari Jepang, Casiopea 3rd, akan bertemu sepanggung dengan grup super Indonesia Krakatau Reunion, dalam sebuah konser super bertajuk Economics Jazz jilid ke-21. Pertemuan ini sangat langka, dan baru sekali ini terjadi.

”Sudah lama saya memimpikan super konser seperti ini, akhirnya terselenggara juga. Casiopea 3d dan Krakatau Reunion sudah sepakat untuk bertemu di Yogya, bukan di kota lain, todak juga di Jakarta. Ini benar-benar membanggakan UGM,” kata A. Tony Prasetiantono, dosen senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, yang juga promotor jazz Yogyakarta. Ini merupakan produksi ke 21 rangkaian konser tahunan Economics Jazz yang tahun ini dihelat dua kali. Sebelumnya, FEB-UGM telah berhasil mendatangkan Dave Koz (16 Mei 2015), setelah sukses besar dengan konser Lee Ritenour dan Phil Perry (2014), Casiopea 3rd (2013), David Benoit (2012), dan Michael Paulo (2011).

Bagi Casiopea 3rd, ini adalah konser keduanya di UGM, sesudah 2013. Sebelumnya, Casiopea hanya bermain di Jakarta, yakni pada 1995, 1998 dan 2012. Casiopea 3rd sangat terkesan dengan konsernya di Yogyakarta dua tahun yang lalu, karena itulah Issei Noro dan kawan-kawan langsung menyetujui ketika FE UGM menawarinya untuk kembali manggung di Yogya. Konser kali ini didesain untuk memperingati dies natalis ke 60 sekaligus reuni akbar alumni FEB UGM. Meski demikian, konser ini juga terbuka untuk umum.

Casiopea 3rd akan datang dengan rombongan 16 orang dari Tokyo, dengan musisi Issei Noro (gitar), Akira Jimbo (drums), Yoshihiro Naruse (bass) dan Kiyomi Otaka (organ/keyboards). Formasi ini akan bertemu engan grup legendaris Krakatau yang akan hadir dalam formasi reuni, yang terdiri dari Indra Lesmana (keyboards), Dwiki Dharmawan (keyboards), Trie Utami (vokal), Gilang Ramadhan (drums), Donny Suhendra (gitar), Pra Budidharma (bass). Ini adalah formasi terbaik sepanjang sejarah Krakatau, yang menghasilkan hits seperti Gemilang, Kau Datang, La Samba Primadonna, Haiti, dan banyak lagi.

Meski konser ini berkelas dunia, namun panitia tetap melanjutkan tradisinya menawarkan tiket dengan harga ”kelas angkringan”. Tiket termahal Rp 400.000 (diamond), disusul Rp 300.000 (platium), Rp 200.000 (gold), Rp 150.00 (silver) dan termurah Rp 100.000 (bronze). ”Panitia telah bekerja keras untuk mendapatkan banyak sponsor, sehingga harga tiket tersebut sudah banyak disubsidi (highly subsidized) oleh sponsor,” kata promotor Tony.

Konser dahsyat ini akan diselenggarakan di Grand Pacific Hall, Jalan Magelang, Yogyakarta, pada Sabtu 10 Oktober 2015. Sebagaimana konser-konser sebelumnya, tiket diperkirakan sudah terjual habis pada dua minggu sebelum hari pertunjukan. ”Jika konser ini sukses, maka 14 Mei 2016 kami akan mengundang empat legenda jazz AS yang tergabung dalam grup Fourplay, yang terdiri dari Bob James, Nathan East, Harvey Mason, dan Chuck Loeb. Pelan tapi meyakinkan, UGM akan menjadi kampus yang paling getol mendatangkan musisi jazz kelas dunia ke kampus kami,” janji promotor Tony. Tiket sudah bisa dibeli di loket FEB-UGM, Hana Music, Crescendo Music, EL’S Computer, R&B Grill Restaurant, dan secara online melalui www.loketics.com.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker