News

Nostalgia di Economic Jazz Live bersama Krakatau Reunion & Casiopea 3rd

Krakatau Reunion
Krakatau Reunion

Konser Economics Jazz Live XXI baru saja usai. Perhelatan yang digelar di Grand Pacific Hall (10/10) malam lalu tentu memberi kesan tersendiri bagi penonton yang datang. Jika biasanya penyelenggara menghadirkan musisi lintas generasi, kali ini dua band kelas internasional yang populer di era yang sama yaitu Cassiopea 3rd dan Krakatau Reunion.

Bukan tanpa alasan Tony Prasetiantono selaku penyelenggara mengundang mereka. EJL XXI ini merupakan rangkaian dies natalis ke-60 dan temu alumni akbar FEB UGM. Boleh dikatakan konser kali ini dimaksudkan ingin membawa penonton bernostalgia ke masa lampau.

Konser dibuka dengan penampilan Krakatau Reunion 3rd yang membawakan lagu hits “Kembali Satu”. Pilihan yang sesuai untuk menghibur penonton yang mayoritas alumni FEB UGM dan menekankan nuansa reuni dan nostalgia. Tampaknya Dwiki Dharmawan cs juga ingin menegaskan kembalinya Krakatau di panggung musik Indonesia.

Nomor andalan “Haiti” sukses mengudang decak kagum audiens yang memadati hall. Krakatau Reunion yang tampil tanpa Indra Lesmana (keyboardist) dikarenakan dia sedang mengalami sakit dan sedang menjalani perawatan, namun hal itu tak menghilangkan roh musim Krakatau di atas panggung. Tak ketinggalan “Gemilang” dan “Primadona”, dua hits lawas mereka, sukses membuat penonton ikut bernyanyi. Mereka juga membawakan “Aku,Kamu, Kita” salah satu lagu dari album mereka yang akan segera rilis.

Casiopea 3rd
Casiopea 3rd

Casiopea menggebrak malam dengan nomor-nomor up beat seperti “Fight Man”, “Tokimeki”, “The Limit” dan “Asayake”. Akira Jimbo cs kembali naik panggung Economics Jazz Live setelah 2013. Sedikit beresiko mengundang artis yang sama dalam kurun waktu yang relatif dekat, namun nyatanya antusiasme tidak hilang dari para audiens. Mereka sepertinya memang menunggu penampilan band asal negeri Sakura ini.

Tidak hanya itu, aksi solo Akira Jimbo (drummer) dan Yoshihiro Naruse (bassist) sepertinya memang yang paling dinanti penggemarnya. Tak ayal, ketika Akira melakukan solo drum, penonton bersorak menirukan beat sang artis. Begitupun saat giliran Yoshihiro turun ke area penonton, para fans pun seperti mendapat kesempatan emas berinteraksi dengan sang musisi.

Konser yang meriah dan cukup membawa penonton bernostalgia ke era berpuluh-puluh tahun lalu. Harapannya, Economics Jazz Live terus memberikan nuansa baru dalam gelarannya, baik dari segi musisi, tema, dan tata panggung (Ari Kurniawati/WartaJazz)

Tags

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker