FestivalJazz di PekalonganNews

Baturrajazz Mengundang Antusiasme Penggemar Musik Purwokerto

Adie Unyiel & The Bawor di Baturrajazz 2015
Adie Unyiel & The Bawor di Baturrajazz 2015

Direncanakan dimulai pada pukul 15.30 waktu setempat, terpaksa panitia pelaksana menunda hingga pukul 19.30 untuk memulai gelaran perdana Baturrajazz 2015 di Bukit Bintang Baturraden. Keterlambatan ini sejatinya disebabkan oleh masih kosongnya pengunjung Baturrajazz pada sore hari. Hanya nampak para musisi pengisi acara yang baru saja selesai merampungkan sesi checksound dan awak panitia Baturrajazz sendiri. Alasan publikasi yang belum berjalan rapi dan maksimal, memang menjadi salah satu faktor mengapa pengunjung memilih datang pada malam hari, yang secara langsung berdampak pada mundurnya acara dari waktu yang seharusnya, menurut pengakuan salah satu panitia. Atau memang pengunjung yang belum terbiasa dengan format festival, dimana mereka memilih untuk datang menjelang puncak acara, saat bintang tamu yang mereka tunggu – tunggu mendapat giliran tampil. Bukan nya mendatangi festival sedari awal, agar dapat menyaksikan semua pengisi acara yang tampil.

 

Antusiasme Penonton di Baturrajazz 2015
Antusiasme Penonton di Baturrajazz 2015

Total ada 14 penampil malam itu yang masing – masing diberi jatah 20 menit untuk unjuk kebolehan di hadapan para pengunjung yang memenuhi amphitheater Bukit Bintang Baturraden. Termasuk Adie Unyiel & The BAWOR yang didaulat menjadi penampil utama dan mendapatkan jatah 40 menit untuk unjuk kebolehan. Keseluruhan musisi yang terlibat pada gelaran Baturrajazz pertama ini, merupakan musisi dari Kota Mendoan, Purwokerto. Panitia memberikan kepercayaan penuh kepada mereka untuk ikut memeriahkan salah satu rangkaian dari Festival Grebeg Sura ini.

Mutiara di Baturrajazz 2015
Mutiara di Baturrajazz 2015

Orang tua yang datang membawa anak – anak nya serta kalangan muda – mudi, nampak mendominasi kursi tribun penonton Baturrajazz. Terdapat juga booth khusus yang memajang merchandise berupa kaos Baturrajazz serta CD dari album milik Adie Unyiel & The BAWOR yang laris diserbu pengunjung di akhir acara.
Prayit selaku penggagas sekaligus Ketua Pelaksana Baturrajazz 2015 berjanji akan memperbaiki kualitas produksi Baturrajazz tahun depan. Dia mengakui masih banyak kekurangan pada gelaran perdana ini. Berjanji untuk memperhatikan (mengurangi) jumlah pengisi acara. Menurutnya, jumlah pengisi acara di tahun ini terlalu banyak, sehingga acara nya sendiri baru bisa berakhir lewat tengah malam. Juga akan lebih selektif dalam memilih profil musisi yang akan tampil. “Komitmen kami, Baturrajazz akan terlibat secara aktif dalam perkembangan musik Jazz di kota kami. Kami akan berbenah demi mencapai itu semua”, tutupnya.

Lepas dari banyaknya kekurangan pada garapan perdana ini, yang layak diacungi jempol adalah keberanian pemuda – pemuda Desa Baturraden untuk menyelenggarakan Baturrajazz tanpa dukungan sponsor sama sekali. Mereka murni mengandalkan kocek pribadi untuk membiayai produksi acara. Dan ini jelas tanda positif dari kalangan anak muda yang bisa menginspirasi anak muda yang lain untuk berbuat hal yang sama. Demi kemajuan musik Jazz di Purwokerto pada khususnya, maupun Indonesia pada umumnya.  Sampai jumpa di Baturrajazz 2016! (WartaJazz)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker