News

Konser Hypercolor hiasi SIP Festival 2016 di Salihara

hypercolor-salihara

SIPFest (Salihara International Performing-arts Festival) adalah festival dua tahunan yang menghadirkan kelompok-kelompok seni penting dari Indonesia dan mancanegara dalam bidang-bidang musik, tari dan teater. SIPFest adalah sebentuk rebranding Festival Salihara.

Salah satu agenda penting untuk penikmat Jazz dalam gelaran tahun ini adalah tampilnya kelompok Hypercolor yang digawangi oleh Eyal Maoz (gitar), James Ilgenfritz (bas) dan Lukas Ligeti (drum).

Kelompok gabungan dari dua negara Austria dan Amerika Serikat ini akan membawakan repertoar dari album Hypercolor: Tzadik yang dirilis pada 2015. Repertoar berjudul “Squeaks”, “Palace”, “Forget” dan komposisi paling panjang “Little Brother”, sejatinya memperkenalkan musik yang bergerak antara rock, jazz dan musik Frank Zappa.

Adapun Hypercolor adalah trio garda depan yang berdomisili di New York dan telah berpentas sejumlah festival penting, khususnya New York City Winter Jazzfest dan Vicenza Jazz Festival, Italia.

New York Times menulis Sebuah band jazz-rock yang gas-pol. . . .

***

Mendalami musik di Universitas Musik dan Seni Pertunjukan, Wina, Lukas Ligeti mengembangkan gaya musik sendiri. Improvisasi bebasnya mengacu pada musik klasik, kontemporer, jazz, elektronik dan musik dunia, terutama musik dari Afrika. Ia juga bereksperimen dengan matematika dan teknologi komputer, serta berkolaborasi dengan arsitek, perupa dan koreografer—membuat dirinya terkenal sebagai musisi yang melampaui batasan genre.

Musik Eyal Maoz dideskripsikan sebagai sintesa rock, jazz dan avant-garde, diwarnai dengan musik Yahudi-timur tengah dalam elektronik dan radikal. Ia adalah guest member dari John Zorn‘s Cobra.

James Ilgenfritz melakukan pendekatan sebagai arkeolog pada double bass dengan meneliti aspek penjernihan dari palet sonic instrumen tersebut untuk mengacaukan status quo. James tampil bersama Anthony Braxton, Pauline Oliveros, George Lewis, Elliott Sharp, John Zorn, Lukas Ligeti, Gary Lucas, Steve Swell, dan Denman Maroney.

***

Anda yang tertarik menonton acara ini silakan datang ke Teater Salihara, Selasa-Rabu 1 da 2 November 2016 mulai pukul 20:00 WIB. Tiket pertunjukan seharga IDR 100.000,- dapat dibeli ditempat acara berlangsung.
Khusus untuk komunitas Jazz, WartaJazz bekerjasama dengan Teater Salihara menyediakan undangan nonton gratis. Silakan hubungi info@wartajazz.net atau WA ke 0819-278-25299.

 

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker