News

Penang House of Music, merawat sejarah untuk masyarakat kini

WartaJazz di Lobby Penang House of Music
WartaJazz di Lobby Penang House of Music

Awal Januari 2017, WartaJazz berkesmpatan mampir ke Penang House of Music, sebuah inisiatif untuk mengumpulkan semua hal yang terkait dengan sejarah musik di kota Penang (baca: Pineng), sebuah Negara Bagian Malaysia, yang terdiri dari Pulau Pinang seluas 293 km².

Penang House of Music menyimpan dan mendokumentasikan keragaman warisan musik Penang yang kaya dengan harapan dapat dinikmati dan menjadi inspirasi untuk generasi yang akan datang.

Galeri mereka menampilkan sejarah dan pengaruh yang membentuk banyak aspek warisan musik yang kaya di Penang, diselingi dengan fitur interaktif yang menawarkan sepotong pengalaman hidup dari Penang pada 1940-an – 1960-an.

Project yang dikerjakan oleh Paul Augustin, seorang founder sekaligus festival director Penang Island Jazz Festival yang juga pimpinan Capricorn Connection bertempat di Lantai Empat gedung KOMTAR di Jalan Penang, Penang, Malaysia.

Letaknya yang tepat ditengah kota dan bagian dari situs wisata beken GeorgeTown, membuat Penang House of Music mudah dijangkau, karena KOMTAR atau Kompleks Tun Abdul Razak juga merupakan jalur perhentian Bus yang mengelilingi pulau ini.

Radio-radio sumbangan di Gallery Penang House of Music
Radio-radio sumbangan di Gallery Penang House of Music

Untuk dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan seperti Gallery, Radio Room, Cinema Rom, VR Room, Blackbock dan Resource Centre, pengunjung dikutip tiket masuk sebesar 20 Ringgit untuk Dewasa dan 10 Ringgit untuk Anak-anak (12 tahun ke bawah) dan siswa termasuk Senior Citizens (dengan ID yang valid). Harga tersebut khusus untuk Warga Negara Malaysia. Sementara untuk pengunjung dari negara lain seperti Indonesia misalnya, akan dikenakan tarif Dewasa sebesar 30 ringgit.

Kepada WartaJazz Paul demikian ia akrab disapa menjelaskan, “Kami berharap bisa mengumpulkan semua potongan sejarah yang masih terserak diluar sana. Hubungi kami jika anda memiliki sesuatu yang terkait dengan sejarah musik di Penang”.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker