News

Dunia Jazz Indonesia berduka, pianis Riza Arshad wafat

Riza Arshad (alm) dalam kenangan bersama istri Reny K. Agustia Arshad
Riza Arshad (alm) dalam kenangan bersama istri Reny K. Agustia Arshad

Dunia musik Jazz Indonesia kembali kehilangan musisi terbaiknya. Ichwanul Sjahriza Arsjad atau lebih populer dengan nama Riza Arshad dengan sapaan Ija, meninggal pada usia 53 tahun di Bandung (13 Januari 2017).

Jenazah Ija kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/1/2017) setelah disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Pendiri kelompok simakDialog ini merupakan sosok yang lengkap mulai dari pemain musik, pencipta lagu, arranger, programmer atau kurator, pembuat jingle, desainer, mentor sekaligus motivator – bagi banyak kalangan tak hanya terbatas pada musisi (jazz) saja.

Ija yang lahir di Jakarta 2 November 1962 dan merupakan anak ke-2 dari Loethain Arsjad, SH (alm- ayah) dan Suparmi Arshad Sujud (ibunda) ini memainkan piano, keyboard, syntesizer dan akordeon.

Tak ada keterangan resmi yang diberikan keluarga sampai berita ini diturunkan tentang penyebab kematian pentolan grup Trioscapes ini.

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga rekan-rekan Riza yang memenuhi linimasa facebook, mulai dari Indra Lesmana dan Honhon Lesmana, Tohpati, sampai generasi musisi Jazz yang lebih muda seperti Chaka Priambudi, Nikita Dompas, Sri Hanuraga, Adra Karim, Monita Tahalea – sebagian dari yang juga melakukan takziah dan memberikan penghormatan terakhir di pemakaman Ija.

***

Saat usianya menginjak 15 tahun, Riza bersama Iwan “Luke” Arshad (alm), Raidy Noor dan Cendy Luntungan mendirikan group Rara Ragadi (1978) yang beraliran art-rock progresif. Kelompok ini sempat menelurkan sebuah album bertitel Rara Ragadi (Duba Records) tahun 1979.

Sarjana Desain dari ITB ini belajar piano klasik pada usia 6 tahun. Sempat berguru dengan Rumende(alm), Aries Dauna (alm) untuk klasik dan pop serta Bambang Nugroho(Bhaskara), Jack Lemmers & Indra Lesmana untuk Jazz.

Semenjak itu, Riza kemudian sering membantu berbagai kelompok musik ataupun perorangan. Beberapa diantaranya yaitu Combo 11 bersama Erwin Gutawa dan Cendy Luntungan dari tahun 1978-1980. Kemudian Jazz Raiders tahun 1983, lalu Jack Lesmana Combo ditahun 1986. Bersama Ekki Sukarno dan Eet Syahranie pada 1987-1989 lewat Kharisma Indonesia juga dilakoninya. Selain itu ia sempat pula bergabung dengan Twilite Orchestra bersama David Foster, lalu Jakarta ‘J Dream’ big band tahun 1995, Trisutji Kamal ansambel. Tahun 1996 bersama Cok Rampal dan Iwan Fals lewat Trahlor.

Baca Profil Riza Arshad yang pernah kami turunkan tahun 2001 silam.

Riza Arshad menganggap akordeon adalah instrumen kedua ujarnya dalam sebuah kesempatan – dan mengaku bukan pemain akordeon tulen – instrumen utamanya adalah akustik piano dan rhodes elektrik piano yang dipelajarinya secara otodidak.

Bersama simakDialog Riza Arshad telah merilis cukup banyak album dan beberapa rilisan terakhirnya juga dirilis di Amerika Serikat lewat label milik Leonardo Pavkovic, Moonjune Records. Di laman facebooknya, Leo mengenang, “One of the greatest Fender Rhodes albums ever recorded, in my league”.

WartaJazz memiliki momen special dengan almarhum Riza Arshad yaitu tur pertama kelompok simakDialog ke Eropa tepatnya ke Jerman untuk ambil bagian dari JazzAhead! tahun 2011 dan saat itu mereka tampil dalam Overseas Night dan mejadi wakil dari Asia satu-satunya di ajang konferensi dan networking jazz terbesar sejagat.

Hal tersebut pernah dituliskan pula oleh almarhum Riza Arshad dalam artikel yang ditulisnya di laman Rolling Stone berikut Diplomasi Kebudayaan simakDialog

***

Kehilangan yang amat sangat dirasakan oleh berbagai insan kreatif dan penggemar musisi yang memiliki ketawa yang khas ini. Widyasena Sumadio yang memiliki program #2Jams di dmajors Radio menggelar acara mengenang sosok Riza Arshad dan kiprahnya.

#2Jams mengenang Riza Arshad - Photo by Saptita Andanawari
#2Jams mengenang Riza Arshad – Photo by Saptita Andanawari

Tersiar kabar pula kalau sejumlah rekan-rekan almarhum sedang merencanakan sebuah konser tribute mengenang sosok Riza Arshad.

Tunggu kabar lebih lanjut dari WartaJazz!

 

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close