News

Saksikan Simak Dialog: Riza Arshad Berkarya

Riza Arshad
Riza Arshad

Demi Masa, itulah yang dikesankan saat beredar kabar kepergian Riza Arshad pada tanggal 12 Januari 2017. Rencana rilis album dan deretan rencana pertunjukan bersama simakDialog formasi terakhir
meninggalkan pesan untuk tidak menyiakan waktu, karena akhir waktu seseorang tiada yang tahu.
Ketika kerabat dan sahabat mengantarkan kepergiannya, hingga saat ini, masih banyak tertinggal kerinduan akan kehadiran Riza Arshad. Pesan, “demi masa, sesungguhnya setiap manusia itu benar-benar dalam kerugian,” kembali terbetik.

Pagelaran SIMAK DIALOG: RIZA ARSHAD BERKARYA yang akan diselenggarakan pada tanggal 22 Februari 2017 di Gedung Kesenian Jakarta merupakan sebuah penghormatan atas kerja keras, kreativitas, dan kontribusi Riza Arshad terhadap musik jazz dan dunia musik Indonesia pada umumnya. Pengabdian Almarhum sepanjang hidupnya.

Pagelaran tersebut akan memainkan hasil kerja Riza Arshad bersama grup band yang berbeda-beda. Acara yang dimulai jam 20:00 akan diisi oleh W/H/A/T (Sri Hanuraga, Sandy Winarta, Indrawan Tjhin), Tuslah (Sri Hanuraga, Azfansadra Karim, Elfa Zulham), Trio Gitar (Oele Pattiselanno, Dewa Budjana, Gerald Situmorang), Trioscapes (Aksan Sjuman, Yance Manusama, David Manuhutu, Dony Koeswinarno), Serambi Jazz Kolektiv (Mery Kasiman, Irsa Destiwi, Gerald Situmorang, Arnando Putra, Rahel Pradika, Iwan Paul, Indra Bayu Rusady, Nicolaus Edwin, Ivan Nestroman), Kroncong Tenggara (Ubiet, Dian HP, Dony Koeswinarno, Jalu G. Pratidina, Adi Darmawan, Arief Suseno, Maryono), SIMAKDIALOG (Tohpati, Indro Hardjodikoro, Azfansadra Karim, Budhy Haryono, Aditya Pratama, Endang Ramdan, Erlan Suwardana, Cucu Kurnia, Sri Hanuraga, Rudy Zulkarnaen, Mian Tiara), Indra Lesmana Reborn (Indra Lesmana, AS. Mates, Arief Setiadi, Iwang Gumiwang, Dewa Budjana).

Demi Masa, semoga tukilan kecil dari panjangnya perjalanan waktu berupa pagelaran SIMAK DIALOG: RIZA ARSHAD BERKARYA dapat dibawa pulang dan menggemuruhkan kreativitas musik di Indonesia yang begitu Riza Arshad cintai.

***

Demi Masa, seperti judul album kelima grup simakDialog, demikian pula adanya kesinambungan pesan Riza Arshad yang dicontohkan dalam hidupnya. Bila seseorang tidak menggunakan waktu hidupnya untuk hal yang berguna, berkarya, dan berbagi sebenarnya orang tersebut akan merugi.

Terlahir dengan nama lengkap Ichwanul Sjahriza Arsjad pada tanggal 2 November 1962 dari pasangan Loethain Arsjad dan Suparmi Suyud. Nama yang dikenal luas dan digunakan untuk publikasi adalah Riza Arshad. Teman-temannya memanggil singkat saja, Ija. Sebagai musisi, Riza sibuk sebagai pemain piano, Fender Rhodes, akordion, pianica serta mengkomposisi dan mengaransemen lagu. Riza dihormati juga sebagai penggerak kegiatan bermusik yang dikagumi musisi lainnya karena selalu punya gagasan baru. Kepribadiannya membuat orang-orang yang mengenal dekat menyayangi dan terinspirasi sosok Riza Arshad. Bukan sebatas di negerinya sendiri, namun hingga melintasi benua.

Belajar permainan piano musik klasik sejak usia 6 tahun kepada Ibu Rumende dan dilanjutkan belajar kepada Aries Benny Dauna, Riza telah bermain musik secara professional di usia 15 tahun. Kala itu masih
banyak bermain musik progressive rock bersama grup Rara Ragadi (1978) yang didirikan oleh kakaknya sendiri Luke ‘Iwan’ Arsyad. Permainan musik jazz ia dalami dengan belajar kepada Bambang Nugroho, Jack Lesmana dan Indra Lesmana.

Ada beberapa grup band yang dibentuk oleh Riza, beberapa yang dapat disebutkan adalah simakDialog, Riza Trioscapes, W/H/A/T, dan Tuslah yang memainkan lagu seputar jazz progressive, modern jazz, dan jazz crossover. Riza bukan hanya bermain di seputaran genre tersebut, ia banyak berkolaborasi dengan musisi dan grup musik yang warnanya sangat berbeda, seperti Iwan Fals & kelompok musik Trahlor, Twilite Orchestra Addie MS mengiringi David Foster, Trisutji Kamal Ensemble, Titi Dwijayati, Tito Sumarsono, Chaseiro, Plastik, Ekki Soekarno, Bonita, Rida Sita Dewi, Potret, Dewa Budjana, Oppie Andaresta, Yovie & Nuno, Humania, Ermy Kullit, Zero, Mian Tiara, Float, Payung Teduh, SORE, Bunga hingga grup Kroncong Tenggara yang diinisiasi oleh Riza bersama Dian HP dan Ubiet Raseuki.

Tak hanya bermain musik, Riza juga memiliki studio rekaman dan label Ragadi Music yang merilis banyak album dimana Riza bermain sebagai anggota grup band, maupun album musisi lain.
Terilhami dari musisi lebih senior dari dirinya yang memberikan ruang dan waktu untuk musisi generasi berikutnya, Riza sangat peduli dan dengan senang hati mendengarkan permainan dan gagasan bermusik dari musisi-musisi yang generasi muda. Tidak hanya menyediakan ruang dan waktu, Riza menggagas dan mengakomodir acara musik Pasar Jazz di Gedung Kesenian Jakarta, Jazz di Café Au Lait Cikini, Serambi Jazz (di GoetheHaus, lalu di Bumi Sangkuriang, di Kampus ITB, di Kampus
STSI, di Kampus IMI, di Kampus UPH, di Langgeng Art Foundation Yogyakarta, di Wisma Jerman Surabaya), dan Jazz Aula Barat di Kampus ITB yang selalu memberi kesempatan musisi jazz muda untuk tampil.

Riza sangat mendorong musisi jazz muda Indonesia untuk membawakan karya orisinal, karena dengan begitu musisi Indonesia dapat meramu musik jazz dengan musik bercita rasa Indonesia. Selama bermusik, Riza dengan grupnya pernah mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Anugerah Musik Indonesia (Indonesian Music Awards) 2014, yaitu dari kategori PenampilDuo/Grup Jazz Vokal & Jazz
Instrumentalia dan kategori Album Jazz Vokal & Jazz Instrumentalia melalui karya ‘Stepping In’ yang diangkat dari album ‘The 6th Story’.

Penghargaan ini menjadi catatan prestasi kedua mereka di ajang AMI Awards karena pada penyelenggaraan tahun 2003, simakDialog meraih penghargaan Best Contemporary Jazz Album (‘Trance/Mission’) dan Best Jazz/Contemporary Jazz Producer (Riza Arshad). Bersama grup
simakDialog, Riza mendapat kritik musik yang positif dari berbagai media internasional.

Adalah Riza yang membuka pintu bagi MoonJune Records, sebuah label di kota New York, untuk merilis sederet album musik jazz progressive karya musisi Indonesia. Riza memang pernah berbisnis musik bersama kakaknya di Amerika. Itu yang menyebabkan Riza mengenal bisnis di sana dengan baik. Namun cerita sukses yang berkelanjutan dengan banyak musisi Indonesia merilis album di Amerika Serikat dan belahan dunia lain dimulai pada tahun 2003, ketika Leonardo Pavkovic berkenalan dengan Riza. Dari pertemuan tersebut label MoonJune Records merilis empat album simakDialog dan juga banyak album musisi Indonesia lainnya.

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker