News

Gitaris John Abercrombie wafat

 John Abercrombie at Avatar Studios NYC in 2013. John Rogers / ECM Records

John Abercrombie at Avatar Studios NYC in 2013.
John Rogers / ECM Records

John Abercrombie, seorang gitaris pemberani dan lirikal yang membuat kontribusi formatif pada jazz rock sebelum menyempurnakan perubahan puitis post-bop yang bijaksana, meninggal pada hari Selasa di Hudson Valley Hospital, di Cortlandt Manor, N.Y dalam usia 72 tahun seperti yang dilansir laman NPR.

Berita kematiannya dikonfirmasi oleh ECM Records, yang mencatat bahwa Abercrombie meninggal setelah sakit panjang. ECM merilis album pertama Abercrombie, Timeless (1974) dan juga yang terakhir, Up and Coming (2017); Dia muncul di puluhan album lain di label, sebagai pemimpin, co-leader dan sideman.

“John bisa pergi ke mana saja – berirama, secara melodi”, ujar drummer Jack DeJohnette, yang memiliki kedekatan lebih dari empat dekade dengan Abercrombie. “Dia memiliki suara yang sangat hangat, dan selalu bermain dengan kepekaan, dinamika, Dia bisa menciptakan suasana dengan comping-nya, dan melalui penggunaan ruang yang luar biasa.”

Abercrombie adalah seniman yang sederhana. Dia muncul di era gitaris elektrik seperti Sonny Sharrock dan John McLaughlin namun setidaknya secara temperamen, dia lebih menyukai juniornya satu dekade seperti Pat Metheny, John Scofield dan Bill Frisell.

Musik Abercrombie agak sulit ditebak pada sebuah kontinum, bergeser dengan mudah dari kejernihan akustik murni hingga sintetis, mulai dari amukan hingga ketenangan. Benang pemersatu adalah sensitivitas pada lingkupan sekeliling musiknya, dan kemauan untuk melayani keseluruhan. Bak bunglon, yang kerap melibatkan perubahan warna yang terus menerus.

Abercrombie sering mengatakan bahwa ia mengembangkan gaya rintisan jazz-rocknya karena kebutuhan – minimnya panutan yang tersedia. “Saya harus mencari tahu sendiri,” katanya pada Ted Panken dalam sebuah wawancara untuk majalah Jazziz pada tahun 2012. “Saya gunakan semua perangkat yang saya miliki di gudang sebagai senjata saya – pengetahuan saya tentang harmoni dan gitar, sedikit sentuhan fuzztone atau perlengkapan yang saya gunakan saat itu – dan mencoba menyesuaikan diri. Ketika saya bermain dengan Jack dan Dave Holland, atau beberapa pemain lain, saya menanggapi apa yang saya dengar di sekitar saya, dan membiar semua itu membimbing saya untuk menentukan apa yang seharusnya saya lakukan. ”

John Laird Abercrombie lahir di Port Chester, N.Y. pada tanggal 16 Desember 1944. Dia dibesarkan di Greenwich, Conn, di mana dia mulai bermain gitar di awal masa remajanya, awalnya diilhami oleh tokoh Rock ‘n’ Roll dan R&B – Chuck Berry, Fats Domino, Bill Haley.

Pahlawan gitar jazz pertamanya adalah Barney Kessel; Dua yang paling berpengaruh adalah Wes Montgomery dan Jim Hall. Tapi inspirasi datang pula dari musisi non-gitaris dengan gaya liris, seperti Miles Davis dan Bill Evans.

Abercrombie belajar di Berklee School of Music, lalu menghabiskan beberapa tahun bekerjasama dengan organis jazz soul Johnny “Hammond” Smith sebelum pindah ke New York pada tahun 1970, di mana dia segera mendapat permintaan tinggi sebagai sideman dengan drummer Chico Hamilton dan yang lainnya.

Dialbum teranyarnya, Up and Coming, mencerminkan humor pemabuk Abercrombie, tapi juga menunjukkan kebenaran yang aneh, bahwa dia sekaligus dipuja dengan alat musiknya dan entah bagaimana diremehkan, atau setidaknya dibayang-bayangi.

“Seharusnya dia mendapat lebih banyak pengakuan atas kontribusinya,” kata DeJohnette. “Ketika Anda kembali dan memeriksanya, Anda bisa mendengar hal hangat dari Jim Hall, tapi John benar-benar mengembangkan suaranya yang berbeda pada gitar. Dia bisa menyesuaikan diri dengan situasi apa pun. Tapi selalu dengan suaranya yang unik dalam campuran. “

Abercrombie meninggalkan seorang istri, Lisa yang dinikahinya pada tahun 1986.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker