News

WLA Rilis Album Perdana “Susur Alur”

WLA dengan personil Paulus Neo dan Natasha Christalia yang merupakan bagian dari komunitas Jazz Mben Senen, meluncurkan album pertama pada tanggal 9 juli 2018. Ada 8 karya di album ini yang dibuat berdasarkan rekam jejak pengalaman awal bermusik dari Paulus Neo dan Natasha Christalia.

Natasha Christalia, Denpasar 19 Februari 1994 sebelumnya pernah studi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2011-2016. Dan tergabung juga dalam komunitas Jazz Mben Senen dan Drummer Guyub Yogyakarta.

Paulus Neo, Klaten, 15 Januari 1995. yang baru menyelesaikan studi di Universitas Negeri Yogyakarta pada november 2017, tergabung juga dalam komunitas Jazz Mben Senen. Tergabung juga di Band Tricotado, dan Blackstocking.

Di album “Susur Alur” terdapat 8 karya dimana masing-masing karyanya memiliki karakteristik. Karakteristik tiap lagunya merupakan representasi dari nafas musik seperti apakah yang dulu pernah dipelajari. Salah satunya adalah pada lagu yang berjudul “Merana”. Dengan menggunakan cello yang dimainkan layaknya rebab dan drum set yang dimainkan layaknya kendang jawa, nuansa pelog dan nuansa era Renaisans dipadukan menjadi sebuah karya. Didukung dengan syair berbahasa Latin, lagu ini menjadi lagu yang bernuansa paling gelap diantara lagu lain.

          Selain dengan cello, alat musik lain yang dikolaborasikan adalah darbuka. Dengan irama yang rancak, darbuka tersebut menjadikan lagu yang berjudul “Yakin?” menjadi lagu yang bernuansa paling cerah dan ceria diantara lagu yang lain.

           Bercerita ttg cinta, harapan, manusia, alam, semua dirangkai dalam 1 album ini

  • Aku, menceritakan tentang self-reflection agar pribadi berkaca dengan dirinya sendiri terutama pada pikiran perbuatan dan ucapan.
  • In You, adalah lagu dengan pesan cinta yang
  • dimana orang tersebut sudah menemukan cinta sejatinya.
  • Merona, disini merupakan zona nyaman kepada orang yang suka cinta dalam diam, tanpa peduli dia sudah merasa senang dengan pengagumnya.
  • Merana, menceritakan tentang apa yang dilakukan manusia untuk manusia yang tidak memanusiakan sesamanya. Sehingga semesta pun tidak lagi bijaksana terhadap mereka.
  • Yakin? Lagu ini tentang indahnya alam kita dan mensyukuri apa adanya, yakin?
  • John Boim Berseru, mengisahkan tentang seruan seorang teman yang mengajak untuk tidak putus harapan dalam menjalani hidup. Mengobarkan semangat dan bertindak nyata serta peduli terhadap sesama manusia adalah sebuah kunci datangnya kebahagiaan.
  • Song From My Friend, bermakna tentang doa dan dukungan dari seorang teman untuk selalu bersyukur dan semangat dalam berusaha demi impian yang sudah dipilih dan ingin dicapai.
  • E Mahalo, dengan kepanjangan E Mahalo Kakou, Ika Mea Loa’a (let us be thankfull for what we have) lagu ini hanya memiliki 1 kalimat yang diulang2 pada setiap bagian dengan awal tensi yang sangat tinggi menuju ke rendah sampai habis lagu. Ini mengartikan bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya selalu sampai mati.

Jarak yang memisahkan tidak menjadi sebuah kendala dalam proses pembuatan kerangka nada dan syair. Saling mengirim bahan dan kemudian di “rembug” melalui “private chat” adalah solusi ketika Natasha Christalia berada di Jakarta dan Paulus Neo berada di Yogyakarta. Bertemu, bertatap muka, dan kemudian workshop materi lagu dilakukan sekitar 3 minggu sebelum proses rekaman. Dengan dibantu oleh beberapa musisi yaitu Yabes Yuniawan Sagrim, Danny Eriawan, Reagina Maria, Cresensia Naibaho, Firy Permatasari, Serafina Anggita, Yohanes Saptanugraha, Moamar, Daniel Ryan, Setyawan Agung, Shafur Bachtiar, dan Oktavian Aditya, proses rekaman selama 4 haripun akhirnya tereksekusi. Proses rekaman dilakukan di Neverland Studio dengan dioperatori oleh Ardhani Leo Renjana. (Wartajazz)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker