FestivalNewsWarta Jazz Festival

Ngobrazz Jazz di Slawi Kabupaten Tegal dalam rangka Ngapak Jazz Fiesta

Ngobrol Jazz & Workshop serta Performance

Sejarawan Van der Meulen (1988) mencatat dahulu kala di Tegal berdiri Kerajaan Galuh Purba yang diawali oleh pendatang-pendatang dari Kutai yang berkuasa hingga abad VI dengan wilayah kekuasaan meliputi Indramayu, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal hingga Pemalang.

Kajian bahasa E.M. Uhlenbeck tahun 1964, dalam bukunya: “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura” menyatakan, bahasa keturunan Galuh Purba masuk ke dalam rumpun basa Jawa bagian kulon atau Bahasa Jawa Ngapak-ngapak (atau Banyumasan).

Ngobrazz Road to Ngapak Jazz Fiesta 2019

 

Kejayaan masa lampau Kabupaten Tegal dengan ibukotanya Slawi kali ini hendak ditampilkan dalam kemasan yang berbeda namun merangkum seluruh aspek melalui Bahasa Jazz sebagai lokomotif penghantar pesannya.

Acara pemanasan pertama ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dibidang mereka masing-masing yaitu Agus Setiawan Basuni (Festival Director NJF, Jazzpreneur, CEO WartaJazz), Bassis Jazz yang juga President Indonesian Bass Family Harry Toledo, Budayawan dan Geolog Teguh, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Imam Djoen dan Bachtiar Djanan (Wakil Ketua HIDORA dan Penggiat Community Development).

Ngobrol Jazz (Ngorbrazz) ini menghadirkan Tema Menduniakan Tegal dan diharapkan dapat mendiskusikan gagasan untuk memajukan Kabupaten Tegal dan melibatkan stake-holder selain itu juga ada Workshop Jazz dan Penampilan musisi dan komunitas Jazz di Tegal dan sekitarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jati Kopi ini juga merupakan sebuah konsep kegiatan yang berpadu dengan alam namun dalam suasana yang akrab, serius tapi santai.

Rencananya, Ngapak Jazz Fiesta akan dilaksanakan pada tanggal 29-31 Maret 2019 mendatang bertempat di Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

***

Profil 3 organisasi dibalik Ngapak Jazz Fiesta

WartaJazz merupakan eko-sistem jazz di Indonesia. Kurang lebih 19 tahun mendukung dan mengembangkan berbagai kegiatan Jazz termasuk Festival ikonik seperti Mahakam Jazz Fiesta (Jazz Tepi Sungai), Ramadhan Jazz Festival, Maratua Jazz & Dive Fiesta (Jazz di Laut), NgayogJazz (Jazz nDeso), Maumere Jazz Fiesta (Jazz di Bukit) dan lain-lain yang targetnya akan digelar 25 jazz festival sepanjang tahun 2020. Memiliki kepedulian pada pengembangan generasi muda dengan kegiatan Youth Jazz Showcase Series secara teratur, pemberdayaan komunitas dan mempromosikan talenta Indonesia ke mancanegara.

Sementara Hiduplah Indonesia Raya (HIDORA) adalah sebuah pergerakan dengan badan hukum  perkumpulan, yang terdiri dari berbagai komponen  masyarakat yang tergabung dengan sukarela, baik dari kalangan akademisi, pelajar dan mahasiswa,   seniman,  pengusaha,  jurnalis,  nelayan,  petani, dll. HIDORA bergerak dalam bidang pembangunan dan pengembangan berbagai potensi kampung dan desa, melalui program-program wisata desa, peningkatan kualitas SDM,  pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melestarikan budaya dan mengkonservasi alam serta lingkungan hidup.

The Management Asia memiliki pengalaman panjang diawali dengan mengelola manajemen artis dan talent sejak tahun 2008 hingga kini berkembang mengerjakan produksi acara, seperti panggung, latar belakang panggung, sound system, pencahayaan dan sebagainya. Tergabung didalam Imarindo – Ikatan Manager Artis Indonesia, sebuah asosiasi yang menjadi jaringan luas seluruh manajer artis di Indonesia Dan tergabung di Ivendo – Indonesia Event Industry Council. Sebuah asosiasi yang didalamnya terdapat seluruh perusahaan yang bergerak didalam bidang industri event Indonesia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker