News

Medco Energi dukung Purwacaraka tampil di paviliun Indonesia di Frankfurt Musik Messe 2019

Musisi kenamaan Purwacaraka yang menjadi salah satu kurator dalam rangka fasilitasi BEKRAF untuk kegiatan pameran di bidang industri alat musik terbesar di Eropa, Frankfurt Musik Messe 2019 rencananya akan tampil dalam kegiatan tersebut.

“Pokoknya durasi 2 jam dan kita sih siapin 10 lagu”, ujarnya saat ditanya rencana penampilannya di pameran bergengsi tersebut.

Diiringi oleh grup musiknya, Purwacaraka akan tampil di hari ke-3 penyelenggaraan Frankfurt Musikmesse 2019 pada 4 April 2019. “Melalui pertunjukan ini, diharapkan agar promosi serta publikasi industri alat musik Indonesia dapat berjalan beriringan dengan pengenalan musik etnik khas Indonesia ke dunia internasional,” ujar Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF.

Ditemui saat jumpa pers di Djakarta Theater Selasa (26/03), Purwacaraka mengatakan bahwa ia akan tampil bersama sejumlah musisi Jazz Indonesia antara lain Adi Dharmawan (bass), Hentriesa (drums), Lian Panggabean (gitar) yang memainkan instrumen yang terbuat dari bambu – dan merupakan salah satu karya dari peserta yang ikut berpameran.

Juga akan tampil pemain Sasando dari Nusa Tenggara Timur, Ganzer Lana Sasandois yang juga akan menampilkan instrument tersebut.

Team juga didukung Wandi (Angklung towel), Andrea Miranda dan Alfred (vokal), Asri (Biola) dan Cindy Dewayani (2nd Keyboard).

Dalam jumpa pers Purwacaraka menampilkan cuplikan rencana penampilan mereka dengan membawakan lagu Bolelebo menampilkan duet keyboard dan Sasando dan lagu ‘Fix You’ dari band fenomenal Coldplay dengan konsep musik Sasando yang kental dengan budaya Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama ia menjelaskan bahwa keberangkatan team ke Frankfurst difasilitasi oleh PT Medco Energi Indonesia lewat Dedi Sjahrir Panigoro yang nampak hadir ditengah-tengah undangan saat jumpa pers dilaksanakan.

Purwacaraka bersama tim rencananya tampil menggunakan alat tradisional. Hal ini dilakukan agar calon pembeli atau investor lebih mudah mengenali produk Indonesia sebagaimana maksud dan tujuan hadirnya paviliun Indonesia dengan produk instrumen maupun pendukung audio yang akan dipamerkan.

“Saya ingin menampilkan alat musik ini tapi dalam satu tampilan yang bisa dimengerti oleh international community pada umumnya. Saya tidak ingin melakukan eksplorasi full etnik, tapi justru membawa etnik musik instrumen ke dunia internasional supaya nanti pada akhirnya bisa dipakai sebagai alternatif alat musik internasional,” lanjutnya.

Frankfurt Musikmesse sendiri merupakan pameran terbesar di bidang industri musik sebagai tempat berkumpulnya para perusahaan, retailer, dan profesional dari sektor industri alat musik serta para musisi dari seluruh dunia. Event ini telah berjalan selama 39 tahun sejak tahun 1980.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker