InterviewNews

Wawancara dengan pianis Jazz muda Indonesia, Nadine Adrianna

Pianis Muda Jazz indonesia Nadine AdriannaSehubungan dengan peluncuran album perdana Nadine Adrianna, Pianis Jazz muda Indonesia, WartaJazz mewawancarai Nadine lewat aplikasi chat karena domisilinya di Bandung. Berikut petikan wawancara tersebut:

WartaJazz (WJ) : Kapan ide membuat album ini pertama kali tercetus?
Nadine Adrianna (NA): Sebenarnya nadine sudah lama menciptakan lagu, dari umur 8 tahun nadine sudah menciptakan lagu, ( 4 buah lagu ). kemudian nadine mulai mem-publish via sosial media. Setelah itu mulailah tercetus ide untuk membuat album.

WJ : Ada alasan tertentu memilih pendukungnya Indra Gupta dan Sandy Winarta?
NA: Alasannya.. Setelah jamming beberapa kali, dengan Ka Sandy dan Ka Gupta… di Bali, Bandung… Nadine ngerasa mereka itu permainanya asik, bisa membantu support, memberikan ide, dan mengiringi Nadine dengan sangat baik..  juga selalu memberikan masukan/saran setelah nadine main… jadi, itulah alasannya

WJ: Bagaimana dengan keterlibatan Kuba?
NA: Pertama usulan dari Ayah [nya] Nadine, lalu sempat jamming dengan Kuba di Mostly Jazz Brew, Bali ditempatnya om Indra Lesmana. Kuba mainya asik dan jazz sekali, akhirnya Nadine mengajak Kuba untuk mengisi saxophone di salah satu lagu Nadine yaitu Thirty Second.

WJ: Semua lagu dalam album ini merupakan ciptaan sendiri dan hanya ada 1 lagu standard. Ada latar belakang pemilihan 1 lagu tersebut?
NA: Dari awal, suka sekali lagu Someday My Prince Will Come. Karena  notasinya Melodic, temponya asik untuk dijadikan Jazz… jadi Nadine mulai mempelajari lagunya, dan akhirnya memilih untuk dimasukan di album. Kenapa hanya 1 lagu standart, karena Nadine ingin lebih banyak memainkan lagu komposisi sendiri

WJ: Boleh diceritakan latar belakang lagu yang ada dialbum tersebut?
NA: 1. Thirty second (ver. trio)  diciptakan karena saat Nadine mendapatkan tema nya, hanya sekitar 30 detik. Kemudian dikembangkan komposisinya dengan dibantu Ka Sandy dan Ka Gupta. Akhirnya tercipta lagu ini.
2. Alley Blues, diciptakan saat nadine berusia 8 tahun karena kebetulan rumah Nadine di gang, jadi lagu ini diberi judul Alley Blues
3. New Eleven, adalah lagu yang nadine ciptakan saat nadine berulang tahun di usia 11thn.
4. Harewos Bulan, Nadine suka sekali [permainan] Riza Arshad (alm), dan grupnya simakDialog. Pada saat nonton pertunjukanya di Bandung, Nadine terinspirasi untuk membuat lagu bernada pentatonic sunda dan lagu tersebut menggambarkan tengah malam, dimana bulan bulan berbisik ( harewos ) sama Nadine

WJ: Secara keseluruhan Alley Blues ini jadi ingin bercerita soal apa?
NA: Album Alley Blues ini bercerita tentang pengalaman bermusik Nadine dan lingkungan sekitar  serta untuk menyebarkan kebahagiaan dalam bermusik.

WJ: Sejauh mana keterlibatan Icanstudio dan mas Irsan serta mbak Lucy?
NA: Pada bulan September 2018 setelah Nadine main Di acara Freedom Jazz di Ican studio, mas Ican menawarkan Nadine untuk rekaman di Studionya dan Mas Ican menawarkan untuk menjadi Co produser sekalian untuk menangani Mixing dan Masteringnya, sedangkan pemilihan Lagu serta Pemilihan Pemain diserahkan ke Nadine…dan Akhirnya pada bulan Oktober 2018 Nadine Rekaman di Ican Studio Live

WJ: Apakah album ini juga tersedia secara digital?
NA: Iya tersedia di itunes, dan spotify☺

WJ: Apakah Nadine datang dari keluarga yg juga bermain musik?.
NA: Iya, Ayah  dulu seneng main musik juga. Kemudian mama pun dulu senang bermain piano klasik☺terus karena ayah senang memperdengarkan musik jazz di rumah dan di mobil, jadi suka main jazz

WJ: Kapan persisnya Nadine mulai belajar bermain musik. Dan apakah memulainya lgsg dg musik jazz atau yg lain?.
NA: Umur 3 tahun awalnya bermain biola klasik, dan piano klasik di Purwacaraka music school, 2 tahun setelah itu, mulailah nadine belajar piano jazz di Venche Music School. Lalu setelah itu nadine umur 11 dengan dibantu ka Sandy, Nadine dikenalin dengan om Indra Lesmana lalu mulai belajar dengan beliau.

WJ: Siapa mentor yang membimbing
NA: Untuk Piano klasik nadine belajar dengan bu Wenny dari purwacaraka music school, kemudian untuk piano jazz ( Venche Music School) nadine diajarin oleh Tante Nanet Ken Asri, kemudian pindah ke Om Imam Pras, dan juga banyak diberikan masukan oleh om Yahya Salam. Setelah itu usia 11-sekarang, Nadine belajar dengan om Indra Lesmana di Bali

WJ: Apa yang Nadine lihat dari Jazz
NA: Bermain musik jazz menurut nadine adalah asik banget karena nadine bebas ber ekspresi, ber improvisasi, dan menyebarkan kebahagiaan nadine dalam bermain musik Jazz

WJ: Bagaimana Nadine sebagai musisi muda melihat dunia digital dan social media saat ini?
NA: Social media berguna banget untuk mengenalkan Nadine dengan musisi lain dan juga Nadine bisa tau karya dari teman-teman musisi serta tau perkembangan musik jazz saat ini

WJ: Apa pandangan Nadine tentang skena jazz dan komunitas (jazz) di Indonesia)?
NA: Menurut nadine komunitas jazz sangat bagus untuk membantu, teman musik berinteraksi, saling berbagi pengalaman, dan bermain musik bersama-sama

WJ: Apa harapan Nadine terhadap musik (Jazz) Indonesia dalam beberapa waktu kedepan?
NA: Nadine pingin Jazz Indonesia lebih maju, lebih banyak teman teman pemain jazz, dan lebih banyak festival jazz

WJ: Setelah album dirilis, apa rencana Nadine selanjutnya
NA: Ingin memperbanyak pengalaman bermain musik, dengan pemain2 yang lain, kemudian ingin terus membuat lagu, dan tahun depan Insy Allah  akan bikin album ke 2

WJ: Untuk promosi, ada rencana main dimana dalam waktu dekat?
NA: Terdekat di Ubud Jazz bulan Agustus mendatang

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker