Java Jazz FestivalNews

Anomalie: Live PA Seru di Java Jazz 2020

Jauh hari ketika poster line-up mulai dipublikasikan, Anomalie adalah salah satu yang layak dilingkari pada BNI Java Jazz Festival 2020. Kalau belum kenal musiknya–sesuatu yang agak mustahil saat algoritma mesin pencari membuat selera kita saling terhubung, label electronic-dance (EDM) jangan memagari ekspektasi dulu.  Memang muncul denyut subbas dubstep di “Le Bleury”, tapi coba cuplik solo piano “Notre-Dame Ouest”, Nicolas Dupuis, nama dibalik alias berejaan Perancis itu, terdengar meminjam ide dari banyak pendahulu. Ia pernah mengabsen Dave Grusin, Herbie Hancock, Oscar Peterson di antara Skrillex, J Dilla–tentu saja, melebar hingga Brahms dan Stravinski sebagai inspirator.

Ambisi lain Dupuis adalah eksekusi real time di atas panggung, sesuatu yang baru setelah nyemplung ditemukannya jarang di EDM. Koreografi empat anggota formasi Anomalie Live yang masing-masing berdiri sendiri ini mirip jejaring rel kereta listrik: yang penting semua gerbong pada jalurnya, tiap masinis ditoleransi datang kecepatan atau telat sedikit, satu-dua beat. Pindah-pindah bunyi piano, synth pad, suara signature Rhodes, Wurlitzer, clavinet, partisi kibor controller diotomasi per lagu. Segala efek filter, open, decay, dll. dikomando pedal. Selain kibor ke dua Alexis Elina yang identik, Gabriel Lamarre idem dengan pengecualian input bas elektrik, dan drummer Anthony Pageot yang paling beda: tanpa laptop.

Anomalie alias Nicolas Dupuis
Anomalie a.k.a Nicolas Dupuis (WartaJazz/Arif)

Tampil pertama Jumat (28/02), kalau kesetrum goyang “Métropole”, “Daybreak” atau trip hop “Canal” mungkin detail di atas terlalu cepat untuk ditangkap, tapi tak menghalangi musiknya sampai ke penonton yang seru. Apresiasi penonton adalah basis bagi bakat sejaman Jacob Collier, FKJ, Haywyre, dll. untuk menemukan jalannya terdengar ke penjuru lain, apalagi beroleh pujian dari Tom Misch, Thundercat sebagai modal endorsement. Di 90-an, sebutan acid jazz lahir dari scene klub London sebelum akhirnya tenggelam dan simpel saja digeneralisasi jazz funk. Anomalie lahir dari animo fans seru di Montréal yang menunggu musik seperti ini ditemukan kembali dengan wajah segar. Rajin-rajinlah, siapa tahu di masa depan keduluan robot menemukannya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker