News

Salihara Jazz Buzz 2021

Sejak Komunitas Salihara Arts Center berdiri (2008), salah satu acara yang paling diminati penonton adalah Salihara Jazz Buzz, sebuah festival jazz tahunan yang menampilkan komposisi dan presentasi sebuah konsep musik baru. Jazz Buzz telah menampilkan deretan musisi seperti Dewa Budjana, Indra Lesmana dan Tohpati, sampai musisi terkini seperti Adra Karim, Gerald Situmorang, Sri Hanuraga dan masih banyak lagi yang sudah memberikan pembaruan terhadap musik jazz.

Walaupun sampai saat ini situasi belum memungkinkan bagi kami untuk membuka ruang pertunjukan, Salihara Jazz Buzz tetap menemani Anda Februari 2021 dengan tema, konsep dan penampil segar.

Tahun ini, tiga dari empat penampil adalah musisi-musisi terpilih dari program Undangan Terbuka (Open Call) Salihara Jazz Buzz 2021 yang kami adakan tahun 2020. Pertama kalinya Jazz Buzz mengadakan open call, kami ingin membuka ruang partisipasi bagi para musisi gagasan dan konsep bermusik baru dalam ranah musik
jazz di Indonesia.

Para musisi dan grup terpilih itu adalah trio Daniel Dyonisius, Hanhan & Qadra Shakuhachi; Ferdy & Friends; dan Jason Mountario • Rupa Baru.

Hembusan Napas Baru Musik Jazz
Trio Daniel Dyonisius (gitar/komponis), Hanhan (bas) dan Qadra Shakuhachi (drum) menampilkan konsep musik minimalis dengan improvisasi yang maksimal melalui perpaduan unsur genre jazz, rock dan blues.

Ferdy & Friends adalah Ferdian Wahyu Satria (komponis) bersama M. Chevin Chaniago (tiup/vokal), Yoga Ardiyanto (biola/keyboard), Wikal Usny (bas), Vindo Alhamda Putra (piano/keyboard), Rafi Mahaldi (talempong) dan Avantgarde Dewa Gugat (drum). Mereka akan menggabungkan jazz fusion, funky, pop,juga unsur musik
tradisi Minangkabau dalam konser yang berjudul Minanga Metamorfosa.

Lalu Jason Mountario • Rupa Baru melalui pertunjukan Nomenasia menampilkan komposisi yang ditulis utuh dan ketat, hingga komposisi yang mengambil idiom free-jazz. Melalui konser ini pula si komposer hendak mengungkapkan kegelisahan pribadinya terhadap berbagai fenomena terkini.

Ada juga satu penampilan spesial dari Adra Karim (keyboards dan electronics) yang akan berkolaborasi dengan Wahono (perkusi dan electronics). Kolaborasi ini mengeksplorasi dan menggabungkan suara sintetis dari synthesizer analog dengan hasil manipulasi suara akustik piano.

Joyous Metamorphosis
Salihara Jazz Buzz 2021 membawa tema Joyous Metamorphosis. Tema ini menawarkan gagasan dalam situasi pandemi yang sudah dan sedang mengubah perilaku dan gaya hidup kita, terutama ketika menonton seni pertunjukan melalui ruang virtual. Perubahan seperti ini sudah seharusnya kita tanggapi dengan sikap terbuka dan gembira, joyous, sebagai alternatif dari pesimisme dan sikap menutup diri.

Metamorphosis adalah kenyataan yang harus kita terima dalam menghadapi “dunia atau kehidupan yang tidak pernah sama lagi seperti sebelumnya”. Selain bermetamorfosa, kita juga bisa mengadaptasi sifat musik jazz yang  mengeksplorasi genre musik lain, selalu mencari pembaruan, sekaligus gairah untuk mengolah presentasi dengan cara baru dalam hal ini,digital.

Salihara Jazz Buzz 2021 bisa kita saksikan setiap Sabtu-Minggu pada 20-21 dan 27-28 Februari 2021, pukul 19:00 WIB.

Tentang Komunitas Salihara Arts Center
Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker