News

Film dokumenter “Jazz Fest: A New Orleans Story” dipegang Sony Picture Classics

Sony Picture Classics telah mengambil semua hak global atas film dokumenter “Jazz Fest: A New Orleans Story” yang disutradarai bersama peraih nominasi Oscar lima kali: Frank Marshall dan Ryan Suffern.
Marshall baru-baru ini menyutradarai film dokumenter HBO “The Bee Gees: How Can You Mend a Broken Heart”.
New Orleans Jazz & Heritage Festival, alias “Jazz Fest” yang dipersembahkan oleh Shell, adalah acara musik dan budaya tahunan khas kota Lousiana dan telah disebut sebagai festival jazz terbesar di Amerika.
Merayakan musik, makanan, dan seni serta kerajinan seluruh Louisiana sejak 1970.
Jazz Fest adalah pemeran penting dari warisan yang kaya dari wilayah ini, dan ratusan ribu orang menghadiri acara tersebut setiap tahun.
Pahlawan musik bergabung di 14 panggung oleh beberapa tokoh paling penting dalam hiburan, menyoroti hubungan antara budaya Louisiana dan dunia.
Dokumenter ini menyatukan pertunjukkan langsung dan wawancara dari peringatan 50 tahun festival ikonik, yang menampilkan beberapa nama terbesar di industri musik, bersama dengan banyak rekaman arsip dokumenter dari setengah abad terakhir. Film ini menggali kekayaan budaya The Big Easy.
“Jazz Fest: A New Orleans Story” diproduseri oleh: Marshall, Suffern, dan Sean Stuart, dan Eksekutif produser oleh  Quint Davis dan Jimmy Buffet dan menampilkan musisi antara lain seperti Bruce Springteen, Jimmy Buffet, Katy Perry, Earth Wind & Fire, dan banyak lagi.
Marshall bekerja sama dengan Sony Picture Classics pada film dokumenter Alex Gibney di tahun 2013 “The Armstrong Lie”, yang dinominasikan untuk BAFTA. Ia menerima Irving G. Thalberg Memorial Award dari Oscar pada 2019, dan dinominasikan untuk lima Penghargaan Akademi Film Terbaik untuk, “The Curious Case of Benjamin Button”, “Seabiscuit”, “The Six Sense”, “The Color of Purple”, dan “Raiders of the Lost Ark”.
“Jazz Fest: A New Orleans Story” adalah mahakarya dan kegembiraan. TIm Kennedy Marshall telah menangkap yang belum pernah terlihat sebelumnya-semangat, gairah, dan kegembiraan New Orleans Jazz & Heritage Festival bersama pendirinya George Win.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker