News

The Original Dixieland Jazz Band (bagian keenam)

Korelasi Jazz dengan Gerakan Black Lives Matter?

Tidak ada yang tahu pasti bagaimana dan kapan munculnya nama “jazz”.
Ada yang mengatakan, kata ini merajuk pada istilah pergaulan orang Afrika-Amerika, yaitu “jasm”.
Kesamaan “jazz” dengan “jasm” istilah slang usang yang bisa diterjemahkan dengan semangat, kekuatan atau energi, berasal dari tahun 1860 dalam Random House “The Historical Dictionary of American Slang” (1979).
Hubungan antara dua kata tersebut didukung oleh artikel 18 Februari 1916 di Dialy Californian yang menggunakan ejaan “jas-m”, meskipun konteks dan artikel lain di surat kabar yang sama dari periode ini menunjukkan bahwa kata “jazz” sudah mulai ada.
“Jasm” berasal dari atau merupakan varian dari istilah slang dari “jism” atau “gism” yang menurut Historical Dictionary of American Slang berasal tahun 1842 dan didefinisikan sebagai “spirit, energy, spunk”.
“Jism” juga berarti sperma, makna yang mendominasi saat ini, menjadikan “jism” kata yang tabu.
Konsisten dengan etimologi itu, komposer jazz Eubie Black (lahir 1887), ketika di wawancarai oleh seorang wanita untuk proyek Oral History of American Music milik Yale, menolak menggunakan kata “jazz” karena menurutnya tidak sopan.
Pada 14 November 1916, surat kabar The New Orleans Times-Picayue menyebut istilah “jas bands”. Kata “jas” merajuk pada kata “jasm”.
Penggunaan kata “jas” dan “jasm” kemudian dirubah menjadi “jazz” oleh grup musik The Original Dixieland Jazz Band, beberapa bulan setelah rekaman pertama lagu jazz mereka.
Musik jazz yang identik dengan kelompok kulit hitam, diperkirakan kemunculannya dengan kegiatan perkumpulan budak kulit hitam dari Afrika, Karibia, dan Amerika Selatan di ruang terbuka bernama Congo Square, di New Orleans.
Kawasan itu sekarang dikenal sebagai Louis Armstrong Park. Di tempat itu pula, pada awal 1800-an, kelompok kulit hitam berkumpul pada hari Minggu guna memainkan musik dan menari.
Pada masa itu, kelompok kulit hitam dan berbagai bangsa dibawa ke wilayah Amerika untuk dijadikan budak oleh kolonial Prancis dan Spanyol. Perbudakan terus berlangsung bahkan hingga wilayah itu kemudian berganti menjadi negara Amerika Serikat.
New Orleans menjadi salah satu wilayah dengan populasi kelompok kulit hitam yang cukup banyak.
Budak kulit hitam yang mendapat jatah libur bekerja di hari Minggu kemudian berkumpul di Congo Square untuk sekedar berdagang, bermain musik, atau menari. Musik yang dimainkan identik dengan irama drum gaya Afrika dan ritme Karibia.
Situasi ini digambarkan oleh pemain klarinet jazz terkenal Sidney Bechet dalam buku biografinya yang berjudul “Treat it Gentle” (2002). Ia menceritakan ingatannya akan kakeknya yang sering menabuh drum pada hari libur para budak di Congo Square.
Seiiring berjalannya waktu, musik yang dulunya hanya sekedar hiburan untuk kalangan kulit hitam juga diminati oleh kelompok masyarakat kulit putih. Namun, meluasnya minat terhadap jazz, membuat isu rasialisme mencuat.
Ada yang menganggap kelompok kulit putih mengambil alih musik jazz menjadi budaya mereka sehingga muncul sebutan “Amerikanisasi” musik jazz.
Sebaliknya, muncul juga istilah “Afrikanisasi” musik Amerika karena ada yang menganggap bahwa musik jazz yang identik dengen kelompok kulit hitam yang berhasil masuk dan menguasai industri musik Amerika yang mayoritas dikuasai kelompok kulit putih.
Lagu jazz pertama yang masuk dapur rekaman pun berasal dari grup musik yang beranggotakan kelompok kulit putih The Original Dixieland Jazz Band.
Lagu mereka yang berjudul, “Livery Stable Blues”, menembus penjualan lebih dari 1 juta copy. Namun, lagu ini sempat menjadi perbincangan karena diduga hasil duplikasi musik jazz yang dimainkan musisi New Orleans. (Bersambung).
(Keterangan photo) The Original Dixieland Jazz Band.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker