NewsProfile

George Wein, peletak fenoma festival jazz seluruh dunia

Mengutip berita dari The New York Times yang mengabarkan George Wein telah meninggal dunia di usia 95, pada Senin, 13 September 2021, di apartemennya di Manhattan, yang diumumkan oleh juru bicara, Carolyn McClair.

George Wein adalah seorang yang hampir sendirian mengubah festival jazz menjadi fenomena di seluruh dunia.

Festival jazz, bukanlah ide yang sama sekali baru ketika Wein didekati penyajian akhir pekan jazz di udara terbuka di Newport pada tahun 1945. Ada upaya sporadis di acara-acara seperti itu, terutama di Paris dan Nice pada tahun 1948, tetapi tidak ada yang seambisius festival yang dipentaskan oleh George Wein pada Juli itu, di halaman Newport Casino, sebuah kompleks atletik di dekat rumah-rumah bersejarah di Bellevue Avenue.
Dengan lineup termasuk: Billie Holiday, Dizzy Gillespie, Oscar Peterson, Ella Fitzgerald dan bintang lainnya. Newport Jazz Festival perdana menarik ribuan pelanggan yang membayar selama dua hari dan menarik perhatian media berita.

Pada pertengahan 1960-an, festival jazz telah menjadi sama pentingnya dengan klub malam dan gedung konser dalam rencana perjalanan hampir setiap pemain jazz besar, dan Wein telah mendominasi langskap festival.
Selama setengah abad, jika ada festival jazz yang signifikan di mana saja di dunia, ada kemungkinan yang lebih baik itu adalah produksi George Wein.

Di puncak kesuksesannya, dia memproduksi acara di Warsawa, Paris, Seoul, dan tempat lain di luar negeri, serta seluruh Amerika Serikat.

Newport Jazz Festival tetap menjadi andalannya, dan dengan cepat dikenal sebagai tempat di mana sejarah jazz dibuat.

Miles Davis menanda-tangani kontrak dengan Columbia Records atas kekuatan permainannya yang terinspirasi di festival itu tahun 1955. Begitu juga dengan karier Duke Ellington yang sempat menurun, dihidupkan kembali setahun kemudian ketika penampilannya yang meriah di Newport Jazz Festival yang membuatnya menjadi sampul majalah Time. Festival ini pada tahun 1958, diabadikan dalam film dokumenter “Jazz on a Summer’s Day”, salah satu film jazz paling terkenal yang pernah dibuat.

George Wein

Kreativitas Wein melampaui jazz. Ini termasuk Festival Rakyat Newport, yang memainkan peranan penting dalam karier Bob Dylan, Joan Baez dan banyak pemain lainnya, (di Newport lah Dylan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh dunia rakyat tampil dengan band listrik pada tahun 1965). Wein juga memproduseri New Orleans Jazz and Heritage Festival, yang memamerkan berbagai musik vernakular serta budaya dan masakan New Orleans

Tahukah sahabat kalau promotor musik George Wein pernah menggelar dan menampilkan pertunjukkan musik rock “Gate-crashers”, namun pengalaman itu rupanya tidak menyenangkan baginya, dan malah mengganggu Newport Jazz Festival 1969, yang menampilkan antara lain grup seperti: Led Zeppelin dan Sly and the Family Stone, pejabat yang berwenang akhirnya mengeluarkan larangan untuk pertunjukkan yang menghadirkan grup rock pada musim panas berikutnya karena ketika penampilan Allman Brothers telah terjadi kerusuhan yang menghancurkan gerbang.

Pada tahun 1971, George Wein tidak diundang lagi oleh panitia (namun pada tahun 1970, Festival Rakyat Newport yang di jadwalkan pada musim panas, tapi kemudian dibatalkan).

Pengalaman itu tidak membuatnya berputus asa. Pada 1972, ia memindahkan Newport Jazz Festival ke New York City, di mana festival menjadi lebih megah, dengan konser yang digelar di Carnagie Hall, Lincoln Center, Radio City Music Hall dan lokasi lain di sekitar kota. Di bawah berbagai nama dan sponsor perusahaan. Acara di New York itu terus berkembang selama 40 tahun.

Selain itu, festival kembali lagi ke Newport pada tahun 1981 dan festival rakyat pada tahun 1985, keduanya kembali dan di produksi lagi oleh George Wein.

Keberhasilan dia dalam menghadirkan jazz dan folk di Newport membantu membuka jalan bagi fenomena Woodstock dan banyaknya festival rock di akhir 1960-an dan awal 1970-an. Tetapi jazz selalu menjadi cinta pertamanya, karena Wein memang seorang pianis jazz sebelum menjadi promotor.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker