Dunia World/Jazz Indonesia berduka, Irwansyah Oemar Harahap tutup usia
Sebuah pesan terlihat di linimasa grup WhatsApp World Music Indonesia dengan ucapan bela sungkawa atas berpulangnya Irwansyah Oemar Harahap, seorang komposer, inovator, gitaris sekaligus multi-instrumentalis yang wafat pada pukul 03 dinihari, Kamis 4 November 2021 di RS Adam Malik Medan.
Melalui sambungan telepon WartaJazz berhasil menghubungi Rithaony Hutajulu, istri almarhum yang juga vokalis Suarasama – kelompok besutan bang Irwansyah yang melambungkan namanya hingga ke pentas Internasional – dan menjelaskan perihal berpulangnya salah satu maestro musik nusantara ini.
“Sudah seminggu abang dirawat di RS Adam Malik Medan. Asam Lambungnya naik dan beliau wafat karena serangan Jantung”, demikian terdengar suara kak Ritha lirih. “Insya Allah rencananya jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Simpang Selayang Medan”, demikian tambahnya lagi. Sekedar info, pemakaman ini masih berada dikawasan tempat tinggal almarhum.
Team WartaJazz terakhir berkontak dengan almarhum pada akhir Oktober lalu, menjelang rencana keberangkatannya ke ajang forum musik dunia WOMEX di Porto, Portugal. Namun karena kondisi kesehatannya ternyata ia urung berangkat seperti disampaikan istrinya.
WartaJazz juga sempat mengundang Irwansyah dan Rithaony dalam program WartaJazz Monday Launch sehubungan dengan karya singel mereka “Selayang Pandang” yang digarap dengan gaya afro-malay.
***
Irwansyah Oemar Harahap merupakan seorang pendidik di Universitas Sumatra Utara, Medan lulusan Master Etnomusikologi di University of Wellington Seattle,AS yang lahir 21 Desember 1962.
Bang Irwan – demikian ia akrab disapa – sering tampil dalam berbagai festival musik di Eropa dan Asia, diantaranya Asia Pasific Performance Exchange (APPEX) 1997 di Los Angeles, AS, Sufi Soul 2nd World Music Festival di Pakistan hingga Sharq Taronalaro Festival di Uzbekistan.
Bersama sang istri, Rithaony Hutajulu yang juga lulus dari kampus yang sama – ia mendirikan Suarasama ditahun 1995 yang telah menghasilkan sejumlah album seperti “Fajar di Atas Awan”(Radio France Internationale, France, 1998) dan “Rites Of Passage” (Suarasama: 2002), Lebah (2008) dan Timeline (2013).
Lagu “Fajar di Atas Awan” miliknya termasuk dalam kompilasi Smithsonian Folkways Recordings, USA (1999) under “Music Of Indonesia 20: Indonesian Guitar. Sementara lagu “Timeline” pernah masuk dalam Kompilasi Jazz Indonesia 2011 yang dirilis WartaJazz untuk ajang Jazzahead! di Jerman.
Suarasama bergenre world music yang didalamnya terdapat eksplorasi bebunyian yang berasal dari alat musik tradisional dari berbagai daerah dibalut dengan nuansa Qawwali ala musik sufi. Rithaony Hutajulu yang pernah langsung belajar dengan almarhum Nusrat Fateh Ali Khan. Beliau merupakan legenda dalam world music.
Irwansyah juga menginisiasi Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) sebagai bentuk mempromosikan destinasi wisata Danau Toba sekaligus kekayaan musik nusantara.
Berpulangnya Irwansyah Harahap tentu mengagetkan jagad musik nusantara, terlebih karena ia sangat aktif termasuk salah satunya dalam kegiatan Rumah Musik Suarasama TV yang memberikan klinik musik.
Seorang rekan dekat almarhum Joko S. Gombloh menulis pagi ini ditengah kesibukannya mengajar:
Bang Iwan… bolehlah aku sebut, kita bersama telah mulai melukiskan peta World Musik di tanah air sejak pertengahan tahun 1990-an. Pada masa-masa itu, kita sering bersua dan menginisiasi beberapa forum yang merupakan embrio World Musik.
Abang pasti ingat “Forum Musik September” yang digagas oleh mendiang I Wayan Sadra, bukan? Forum musik yang popular dengan sebutan “Forum Musik @500 Ribu”—tersebab honor yang diberikan pada masing-masing penampil hanya 500 ribu rupiah—boleh dicatat sebagai forum musik berbasis lintas budaya “world crossover” yang kelak menghiasi peta World Music di Indonesia. Forum musik selama 3 hari dan dihadiri oleh belasan grup musik lintas budaya itu kemudian menginspirasi forum-forum serupa, seperti Festival Kalimas, Surabaya Full Musik, Bali World Music Forum, hingga Riau Hitam Putih yang masing-masing secara regular menghiasi festival musik tahunan pada awal 2000an.
Waktu melaju. Kita masih selalu dan sering bertemu dalam forum-forum World Music yang tahun-tahun belakangan semakin meriah dan menjadi rujukan para pemusik di tanah air. Dan, Abang pun masih sangat berenergi membuat album dan menginisiasi even world music di Indonesia. Terakhir Abang menerbitkan album ke empat, Journey, selain juga menginisiasi Caldera World Music Festival di bibir pantai Danau Toba.
Satu hal yang memukau tentang musik Abang adalah pilihan pada kekuatan jalan cinta sufistik. Jalan cinta yang mendasari setiap karya musikmu yang berbasis Melayu. Ini yang sejak awal aku kenal tentang kau, Bang Iwan. Kini, jalan cinta sufisme yang penuh kasih pada musikmu, mangantarkan kau menuju indahnya Surga nan abadi. Selamat jalan, Bang.
***
Irwansyah Oemar Harahap meninggalkan seorang istri dan seorang putri Niesya Harahap yang turut bergabung dalam kelompok Suarasama sebagai vokalis.
Segenap keluarga besar WartaJazz mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga ALLAH SWT mengampuni segenap kesalahannya dan menerima seluruh amal baiknya semasa hayat. Amien 3x.

