News

Bassis Scott LaFaro

Bassis Charlie Haden dalam sebuah wawancara dengan Ethan Iverson, menceritakan dia dan Scotty LaFaro berteman baik. Haden diberi tahu oleh Paul Motion seorang drummer bahwa untuk pertama kali penilaian LaFaro tentang permainan bass dari Haden.
Suatu hari LaFaro pernah menyeretnya keluar bersama Ornette Coleman dalam badai salju hanya untuk mendengar permainan bass dari Charlie Haden, dan mengatakan; “Anda harus mendengar pemain bass hebat ini”.
Disini kita tidak membicarakan tentang Charlie Haden, tapi coba menengok pemain bass Scott LaFaro yang pada 5 Maret 2014, mendapat penghargaan dari Dewan Kota Jenewa (New York), yang telah menyetujui pembuatan “Hari Scott LaFaro” di 3 April.

Pada 4 April 2014 sebuah upacara untuk mengganti nama jalan di salah satu pusat kota dengan nama, Scott LaFaro Drive pun berlangsung.

Pemain bass kelahiran 3 April 1939, di Newark, New Jersey, AS, dengan nama lengkap Rocco Scott LaFaro. Dikenal karena kolaborasinya dengan Bill Evans Trio. Meskipun kariernya cukup singkat, (karena LaFaro meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil pada 6 Juni 1961, di Flint, New York pada US Route 20 antara Jenewa dan Canandaigua, empat hari setelah menemani Stan Getz di Newport Jazz Festival). Ia menduduki peringkat #16 pada “100 Pemain Bass Terbaik Sepanjang Masa” versi majalah Bass Player.

Menurut Paul Motian, kematiannya membuat Bill Evans “mati rasa karena kesedihan”, dalam keadaan syok itu Evans memainkan komposisi dengan sangat obsesif, “I Love You Porgy”. Sebuah lagu yang telah identik dengan Evans dan LaFaro. Bahkan, Bill Evans sempat berhenti tampil selama beberapa bulan.

LaFaro memulai karier profesionalnya dengan memainkan double bass “Mittenwald” buatan Jerman, tetapi instrumen bass itu dicuri orang pada musim semi tahun 1958.

Tak lama setelah itu, ia memperoleh bass yang dibuat pada tahun 1825 di Concord, New Hampshire oleh Abraham Prescott, LaFaro terus memainkan bass ini hingga kematiannya. Bass-nya rusak parah dalam kecelakaan mobil yang menewaskannya, tetapi akhirnya diperbaiki secara sporadis dan digunakan dalam sebuah pertunjukkan untuk menghormatinya.

Ketika Scott LaFaro berusia lima tahun, dia dan keluarganya pindah ke Jenewa, New York. Dia mulai bermain piano di sekolah dasar, klarinet bass di sekolah menengah, dan saksofon tenor ketika dia masuk di sekolah menengah.

LaFaro mengambil double bass pada usia 18 tahun sebelum masuk perguruan tinggi karena belajar alat musik gesek diperlukan dari jurusan pendidikan musik.

Setelah tiga bulan di Ithica College, ia berkonsentrasi pada instrumen bass. LaFaro bermain dalam kelompok di College Spa dan Joe’s Restaurant, si State Street di pusat kota Itacha.

Mulai tahun 1955, dia menjadi anggota band besar Buddy Morrow. Dia meninggalkan kelompok ini untuk bekerja di Los Angeles. LaFaro menghabiskan sebagian besar hari-harinya berlatih dengan instrumennya. Dia berlatih dari lembaran musik untuk klarinet bernada tinggi agar meningkatkan fasilitasnya pada register atas untuk bass. Rekan bassisnya Red Mitchell mengajarinya cara memetik senar dengan jari telunjuk dan jari tengah, secara mandiri.

Untuk sebagian besar tahun 1958, LaFaro bersama pianis juga vibraphonis band Victor Feldman.
Di tahun 1959, setelah ia bekerja dengan: pemain trompet Chet Baker, pemimpin band Stan Kenton, pemain vibraphone Cal Tjader, dan pemain klarinet Benny Goodman.

LaFaro kembali ke timur dan bergabung dengan Bill Evans yang baru saja meninggalkan Miles Davis Sextet. Dengan: Bill Evans dan drummer Paul Motion ia mengembangkan gaya kontra-melodi yang akan menjadi ciri permainannya. Evans, LaFaro dan Motion berkomitmen pada ide tiga suara yang sama dalam trio, bekerja bersama untuk ide musik tunggal dan seringkali tanpa ada musisi yang secara eksplesit mengatur waktu.

Pada akhir 1960, LaFaro diminati sebagai bassis. Dia menggantikan Charlie Haden sebagai bassis Ornette Coleman pada Januari 1961. Untuk sementara waktu, Haden dan LaFaro berbagi apartemen. Dia juga bermain dengan Stan Getz antara pekerjaan dengan trio Bill Evans. Sekitar waktu ini dia menerima kartu ucapan dari Miles Davis yang menunjukkan bahwa Davis ingin mempekerjakanya.

Pada Juni 1961, trio Bill Evans memulai pertunjukkan selama dua minggu di Village Vanguard di New York City. Ketiganya menarik perhatian karena gayanya. Hari terakhir trio ini merekam untuk dua album: “Sunday at the Village Vaguard” dan “Waltz for Debby”.

Pada tahun 2009, University of North Texas Press menerbitkan “Jade Vision”, biografi Scott LaFaro yang ditulis oleh saudara perempuannya Helene LaFaro-Fernandez dengan diskografi yang luas.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker