News

Film Whiplash

“Whiplash” (2014) adalah sebuah film yang kisahnya didasarkan atas pengalaman pribadi sang sutradara, Damien Chazelle yang setengah mati mencari produser hingga ia terpaksa membuat “demo” versi pendeknya yang menarik perhatian sewaktu diputar di Sundance Film Festival 2013, hingga akhirnya di produksi dalam versi panjangnya. Tak akan ada satu orang pun yang bakal menyangka jika film ini menjadi sebuah karya istimewa yang memenangkan lima puluh penghargaan lebih, termasuk meraih 3 Piala Oscar.

Andrew Neiman (Miles Teller) adalah seorang drummer jazz muda yang ambisius, berpikiran tunggal dalam usahanya untuk naik ke puncak di konservatori musik elit Pantai Timur nya. Terganggu oleh karier ayahnya yang gagal, Andrew Neiman bertekad untuk menjadi seorang pemain drum jazz yang hebat.

Terence Fletcher (J.K. Simmons), seorang instruktur yang dikenal karena bakat mengajarnya dan metode-nya yang menakutkan, memimpin ansambel jazz top di sekolah. Fletcher menemukan Neiman, dan mentransfernya menjadi calon drummer ke bandnya, yang akan selamanya mengubah hidup pemuda itu.

Di hari pertama berlatih, Neiman sangat terkejut dengan cara mengajar Fletcher yang sangat kasar terhadap siswanya. Tidak hanya mengejek, saat Neiman kesulitan menjaga tempo permainan tanpa segan Fletcher melemparkannya dengan kursi serta menampar di depan siswa lainnya. Tapi dia tidak menyerah, karena untuk bisa bergabung dalam band asuhan Fletcher adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Gairah Neiman untuk mencapai kesempurnaan dengan cepat berubah menjadi obsesi, ketika gurunya yang kejam terus mendorongnya ke ambang kemampuan dan kewarasannya.

Apa yang menjadikan film ini begitu memukau? Sebenarnya sangat sederhana, di mana “Whiplash” hanya bercerita tentang seorang anak muda, kemudian menyelipkan mimpi didalamnya, dan setelah dua hal tersebut menyatu dengan baik maka hadir masalah, yang di tangan sang sutradara berhasil di olah bukan hanya menjadi sebuah film yang bercerita kepada penontonnya dengan narasi, melainkan juga menjadi sebuah pertunjukkan dari karakter utamanya, berisikan perjuangan dan rintangan yang menariknya, sehingga ada permainan tarik ulur yang sanggup membuat penontonnya menguras emosi, baik suka dan duka di saat yang sama dalam kuantitas dan kualitas yang sama.

Karakter yang penuh pesona sehingga mampu mengundang simpati dan empati dari penontonnya, namun cara yang ditampilkan layaknya seperti musik jazz itu semakin menambah bobot berat yang dihasilkan oleh film ini.

(Keterangan photo) Poster film “Whiplash”.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker