NewsProfile

George Benson diantara Jazz dan musik Populer

Benson adalah salah satu dari sedikit musisi yang berhasil melewati batas antara jazz dan musik populer kulit hitam, tidak mengabaikan kemungkinan komersial dalam jazz atau menanggalkan seninya ketika ia mencapai kesuksesan komersial pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an.

Rekaman hitnya menampilkan suara nyanyiannya yang ringan namun ekspresif, dan bagi masyarakat umum ia dikenal juga karena vokalnya serta keterampilan permainan gitarnya.

Tetapi Benson keluar dari dunia jazz, di mana ia memiliki kader pendengar yang setia, dan kembali ke jazz ketika hubungannya dengan itu terancam menjadi terlalu tipis. Dia adalah satu tokoh yang paling bertanggung jawab atas kehadiran musik jazz yang canggih di dunia musik populer kulit hitam umumnya.

Benson menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini, memenangkan kontes menyanyi ketika ia baru berusia empat tahun dan menikmati karier singkat sebagai pemain radio anak dengan nama “Little George Benson”.
Dia mulai bermain gitar ketika berusia delapan tahun, tapi sebagai vokalis bahwa ia menghabiskan banyak energi musik yang luas. Sebagai seorang remaja, mengorganisir dan melakukan dengan suksesi ritme-dan blues juga band rock di sekitar tempat kelahirannya, Pittburgh.

Benson membuat rekaman untuk RCA Victor X Records. Ayah tirinya mendorong upaya instrumentalnya dengan membuatkan gitar untuknya, dan di akhir masa remajanya ia mulai berkonsentrasi secara eksklusif pada gitar.

Mencari musik modern jazz usia emas, Benson menjadi lebih tertarik pada musik jazz, terutama yang menginspirasinya adalah: pemain saksofon Charlie Parker dan gitaris Charlie Christian.

Pada tahun 1961, Benson melompat ke panggung nasional ketika dia bergabung dengan grup pendukung jazz yaitu organis Jack McDuff. Bermain dan merekam dengan McDuff selama empat tahun.
Kemudian ia pindah ke New York City yang merupakan ibu kota dunia jazz, serta membentuk band-nya sendiri.

Di sana Benson berkenalan Wes Montgomery yang permainan gitarnya dengan nada yang lembut dan oktaf-nya yang anggun memberi Benson inspirasi gaya terpenting dalam permainan gitarnya, itu terbukti dalam membawanya ke jalan menuju ketenaran dalam jazz.

George Benson telah banyak bekerja sebagai sideman dengan tokoh-tokoh jazz seperti: Herbie Hancock, Freddie Hubard dan lainnya.

Dan rekamannyapun telah banyak memperoleh penghargaan diantaranya adalah Grammy Award untuk Record of the Year 1977, Pertunjukkan Terbaik 1977, Pertunjukkan Vokal R&B Pria Terbaik 1980, Penampilan Vokal Jazz Terbaik 1980, dan Best Pop Instrumental 1983.

Rekamannya juga laris manis, sehingga banyak diantaranya yang memperoleh sertifikat platinum dan emas.
Album-album awalnya yang dirilis oleh Columbia Records, “It’s Uptown” dan “Benson Burner” di tahun 1960 yang diproduksi oleh John Hammod yang telah menemukan bakatnya, berada di nada utama jazz yang dipengaruhi bob pada waktu itu yang telah menjadi perhatian positif di komunitas jazz dan pengakuan publik yang luas.
Benson berganti perusahaan rekaman beberapa kali, pertama dengan Verve Records (1967), dan kemudian dengan A&M Records (1968) juga CTI Records (1970-1971).

Benson berada di bawah pengaruh produser jazz Creed Taylor, yang juga bekerja dengan Wes Montgomery, dan mendorong Benson lebih fleksibel alami, serta mendukungnya dengan berbagai ansambel dan memotong trek vokal dengan dia sehingga membangkitkan kembali “Benson Flower” dalam bernyanyi.

Dia kemudian melangkah dengan lebel lain yang membuka jalan baginya untuk menerobos karier yang lebih sukses. Penanda-tangannya kontrak-nya dengan Warner Brothers Records pada akhir 1977, ia merilis album, “Breezin'” pada tahun berikutnya.

Benson memasukkan vokal berorientasi pop yang terus terang ke album tersebut, komposisi Leon Russell, “This Masquarede” lagu yang berhasil mencapai nomor satu pada kategori jazz dan R&B, grafik yang terus malaju dan inovasi kedua di album, “Breezin'” adalah pengenalan dari apa yang akan menjadi ciri khasnya bernyanyi “scat” bersama gitarnya, menggandakan pada interval satu oktaf.

Inovasi itu tak tertahankan album tersebut memenangkan tiga penghargaan Grammy, menjadi album jazz terlaris sepanjang masa.

George Benson sangat berpengaruh dan sukses di “Black Radio” jazz tahun 1980.

Nyanyian scat-nya, tampaknya berkonotasi pada jenis kesatuan yang memuaskan antara Benson dan gitarnya, begitulah pengakuannya di majalah Guitar Player.

Serangkaian album sukses secara komersial, yang sebagian besar menekankan dia bernyanyi. Enam album yang dirilis oleh Warner Bros Records telah bersetifikat emas (penjualan per-album-nya rata-rata 500 ribu copy), dan platinum (penjualan per-album-nya diatas 1 juta copy).

Seperti musisi jazz kebanyakan yang telah mengikuti jalur yang berorientasi komersial, Benson telah menerima kritik dari jazz puritan yang merasa bahwa ia telah meninggalkan seni awalnya. Ketika menulis, “In Your Eyes” (1978) misalnya oleh Richard S Gineli mengamati album Benson dan ditulisnya di All Music Guide to Jazz mengatakan; “Saat ini Benson menjadi pencarian harta karun, karena gitar dan waktunya yang sangat terbatas”.

Benson menerima kritik itu dengan hati, karena pada 1989, ia kembali ke jazz dengan merekam, “Tenderly” sebuah album standar, dengan pianis jazz McCoy Tyner, dan tur dengan Tyner Trio tahun itu.
Pada tahun 1990, ia merekam album, “Big Boss Band” dengan Count Basie Orchestra.

Musik telah membuat Benson kembali ke jazz, memamerkan bagian dari apa yang terbaik tentang-nya, musik itu sangat fleksibilitas. Dia sama dengan dengan ansambel kecil, dengan big band, dengan string section, dengan hard-bop, dengan latin-infleksi pilihan, juga dengan ling sty populer.

Melalui tahun 1990-an, karier dan popularitas Benson sangat stabil, muncul dalam berbagai situasi konser, dan terus mengolala dengan baik keseimbangan yang telah ia capai antara dunia jazz dan pop.
Dia pindah kelebel GRP Records, dengan merekam yang berorientasi ke smooth jazz pada tahun 1996 hingga 1998.

Dalam kesuksesannya, kehidupan George Benson telah dibayangi oleh tragedi pribadi.

Dia telah kehilangan tiga dari tujuh putranya, satu karena gagal ginjal, satu karena kamatian di tempat tidur, dan satu karena luka tembak yang berasal dari perkelahian di bar.

Ia diminta oleh Mohammed Al Fayed untuk memperingati Dodi Al Fayed yang meninggal bersama dengan temannya Putri Diana dari Inggris dalam kecelakaan mobil 1997 di Paris.

Selama menulis, Benson meminta istrinya untuk datang mendengarkan apa yang dia tulis, katanya kepada majalah Jet. Tetapi ketika ia sampai ke bagian-bagian tertentu, itu menjadi terlalu sulit untuk Benson. Bibirnya bergetar. Ia teringat akan tragedi yang menimpa anak-anaknya dan sulit untuk melewatinya, itu membuat Benson kedinginan hingga terasa kaku.

Pada tahun 1990, Benson dianugerahi Doktor Kehormatan Musik dari Berklee College of Music.
Untuk memperingati hubungan panjang antara Benson dengan Ibanez untuk merayakan 30 tahun kolaborasinya pada Model Gitar Tanda Tangan GB, Ibanez menciptakan GB30TH, model edisi terbatas dengan lapisan foil emas yang terinspirasi oleh bentuk seni Garhaku tradisional Jepang.

Di tahun 2009, ia dia di akui oleh National Endowment of the Arts sebagai Master Jazz, penghargaan tertinggi dalam jazz.

Ia tampil di Festival Musim Panas Ohrid edisi ke-49 di Makedonia Utara pada 25 Juli 2009, dan pertunjukkan penghormatannya kepada Nat King Cole, “An Unforgettable Tribute to Nat King Cole” sebagai bagian dari Istambul International Jazz Festival di Turki, 27 Juli 2009.

Pada musim gugur 2009, Benson selesai merekam album, “Songs and Stories” dengan Marcus Miller, produser John Burk, dan musisi sesi David Paich dan Steve Lukather dari kelompok Toto.

Sebagai bagian dari promosi untuk album George Benson, “Songs and Stories” ia muncul atau tampil di The Travis Smiley Show, juga Jimmy Kimmel Lives! dan beberapa acara TV lainnya.

Benson juga tampil di Java Jazz Festival 2011, sekaligus juga Benson merilis album, “Guitar Man” pada tahun yang sama. Album ini meninjau kembali akar permainan gitar tahun 1960-an dan awal 1970-an, dengan koleksi 12 komposisi sampul standar jazz dan pop yang di produksi oleh John Burk.

Pada Juni 2013, ia merilis album kempatnya untuk Concord Records, “Inspiration: A Tribute to Nat King Cole” termasuk di dalamnya ada: Wynton Marsalis, Idina Menzel, Till Brònner, dan Judith Hill.

Pada September 2013 juga, Benson kembali tampil di festival Rock in Rio, di Rio de Jeneiro, 35 tahun setelah penampilan pertamanya di festival ini, yang kemudian menjadi yang perdana.

Di Juli 2016, Benson berpartisipasi sebagai mentor dalam “Sky Arts” program “Star Guitar” dalam pencarian gitaris berbakat untuk Inggris dan Irlandia.
Pada Mei 2018, ia tampil pula mendukung di singles kelompok Gorilaz.

Di Juli di tahun yang sama, George Benson mengumumkan bahwa ia telah menanda-tangani kontrak dengan Maskot Label Grup.

Setahun kemudian, The New York Times menyatakan George Benson diantara ratusan musisi yang materinya ikut hancur dalam peristiwa kebakaran Universal 2008. (Habis).

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp Perlu bantuan?

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker