News

Putte Wickman klarinetis jazz asal Swedia

Putte Wickman, adalah pemain klarinet jazz dari Swedia.

Ia dilahirkan pada 10 September 1924, sebagai Hans Olof Wickman di Falun dan dibesarkan di Borlänge, Swedia, di mana orang tuanya berharap ia menjadi pengacara.

Dia mengomel karena mereka mengijinkannya pergi ke sekolah menengah di Stockholm. Ketika dia tiba di ibu kota dan masih tidak tahu apa itu musik jazz, dan mengatakan dalam sebuah wawancara bertahun-tahun kemudian, Wickman mungkin satu-satunya anak berusia 15 tahun yang tidak tahu jazz, karena dia tidak memiliki akses ke piano di Stockholm. Dia diberi klarinet oleh ibunya sebagai hadiah Natal-acara yang mengubah hidupnya, ternyata saat itu ia mulai bergaul dengan “elemen terburuk di kelas-dengan mereka yang memiliki rekaman jazz”.

Artie Shaw dan Benny Goodman adalah panutan bagi Wickman muda, yang pada tahun 1944 telah beralih ke musik secara penuh. Dia diangkat sebagai pimpinan band di Nalen Stockholm dan pada tahun 1945, surat kabar Swedia yang baru didirikan, Expressen, menggambarkannya sebagai pemain klarinet terkemuka di negeri itu. Wickman menganggap dirinya belajar otodidak, dia tidak pernah mengambil kelas pada instrumen musik.

Dia memimpin sebuah band di Nalen selama 11 tahun, dan selama tahun 1960-an Wickman menjalankan band besar di Grőna Lund dan di Puttes, klub yang dia miliki bersama, di Hornstull di Stockholm.

Dalam wawancara di tahun-tahun terakhirnya, Wickman jelas dinilai kerjanya sangat tinggi. Sampai sesaat sebelum kematiannya, ia masih aktif sebagai musisi, memberikan konser setiap tahunnya. Teknik dan nadanya masih dari kelas tertinggi, seperti setelan jas dengan saputangan putih di saku dadanya.

Pada tahun 1994, Wickman menerima medali emas Illis Quorum, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara Swedia oleh pemerintah Swedia. Wickman juga adalah anggota Akademi Musik Kerajaan Swedia.

Pada 14 Februari 2006, Putte Wickman meninggal dunia.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp Perlu bantuan?

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker