5th Maratua Jazz and Dive Fiesta 2022

Pisang Goreng & Kelapa Muda diserbu, akomodasi ludes tak bersisa

Ratusan tamu hadiri 5th Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) dan bernyanyi bersama Icha ex Jikustik, Yusuf Koen dan Dirly Idol diiringi oleh Berau Jazz Band yang terdiri dari Erson Susanto (keyboard), Bowo (bass) serta Ncik (drums).

Para penonton gelaran festival jazz unik di tengah laut terhibur lewat nomor popular dari musisi yang tampil dalam rangkaian kegiatan yang disusun dari tanggal 4-6 November 2022.

Mereka juga nampak menyerbu para penjual pisang goreng, es kelapa muda dan berbagai penganan atau makanan yang disediakan diseputaran venue MJDF 2022.

Mengambil setting di tepi pantai Desa Ekowisata Teluk Harapan, MJDF yang telah memasuki usia penyelenggaraan ke lima ini menghadirkan lansekap alam dengan pohon nyiur berada di belakang panggung, beratapkan langit penuh bintang, dengan sesekali tiupan angin sepoi-sepoi dan panggung yang dibangun dari potongan batang kelapa, papan dan balok kayu yang disusun sedemikian rupa.

Artistiknya berupa daun kelapa yang disusun rapi ditambah potongan logo dan ikon Maratua Jazz and Dive Fiesta 2022 yaitu whale shark atau hiu paus yang juga dapat ditemukan diperairan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.

Berbagai akomodasi yang tersedia ludes dipesan oleh para tamu yang datang mulai dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Samarinda dan Kabupaten Berau sendiri. Bahkan menurut informasi salah satu pengelola Resort Pratasaba, ada beberapa tamu yang sudah memesan kamar dari tiga bulan sebelumnya.

***

Dialog Pariwisata diskusikan peluang dan tantangan Pariwisata Maratua kedepan

Sebelum konser Jazz di mulai, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Berau terlebih dahulu mengujungi sejumlah booth stand yang menjual kuliner atau buah tangan yang ditampilkan dari empat desa yang ada di Pulau Maratua yakni Kampung Bohe Silian, Payung-payung, Bohe Bukut dan Teluk Alulu.

Bupati dan sejumlah rombongan serta penonton nampak memborong cinderahati yang ditampilkan sambil memberikan masukan untuk perbaikan dan pengembangan produk dari Pokdarwis kedepannya.

Usai berkeliling, kegiatan berikutnya adalah Dialog Pariwisata yang menghadirkan para narasumber Bupati Berau, Ibu Sri Juniarsih Mas. Lalu Wakil Bupati Berau, Bapak H. Gamalis, Bapak Eddy Susilo mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Bapak Irvan Rifai mewakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ketua Tim Percepatan Maratua, Ibu Meiliana, Camat Maratua Bapak Arianto dan Bapak I Gede Dmardaya Bagaskara dari Yayasan WWF Indonesia. Bertindak selaku moderator, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz/MJDF.

Beberapa topik yang diperbincangkan dalam Dialog tersebut antara lain soal pengelolaan sampah, sarana dan prasarana pendukung pariwisata, dukungan dan komitmen pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sampai upaya organisasi mitra seperti WWF dalam upaya menjaga kelestarian destinasi khususnya kawasan Kepulauan Derawan.

Acara Maratua Jazz and Dive Fiesta merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Berau khususnya Pulau Maratua dengan keunikan biota lautnya, juga ubur-ubur tidak menyengat, hamparan laut tosca dan pasir putih nan mempesona selain sebagai acara musik ataui jazz festival pertama dan satu-satunya yang berlokasi di Pulau Terluar Indonesia yang menegaskan eksistensi Pulau Maratua sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Panitia menganjurkan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan AMDK sekali pakai, tidak membuang sampah plastik ke laut, dan menggaungkan hashtag #JazzPulauTerdepan #JazzDive.

Konsistensi panitia dalam mengadakan kegiatan Maratua Jazz & Dive Fiesta didukung penuh oleh Kementrian Pariwisata RI, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Berau, Pratasaba Resort dan sejumlah mitra lainnya seperti Maratua Ecodive Centre, Pokdarwis 4 Desa, Move Entertainment, PT BUMA dan PT Berau Coal serta Yayasan WWF Indonesia dan Yayasan Penyu Indonesia.

Exit mobile version