News

Majid Khaliq, violinis dengan gabungan unik dari improvisasi, groove, dan ketangkasan teknis

Lahir di daerah New York 20 April 1977, Majid menunjukkan minat serius dalam rekaman Duke Ellington yang menampilkan Ray Nance di biola yang ia dengar ayahnya mainkan di rumah sejak usia lima tahun. Ibunya kemudian mendaftarkannya dalam pelajaran biola, dan sejak saat itu, musik telah memberikan Majid kesempatan untuk bermain di beberapa lembaga pendidikan dan gedung konser paling terkenal di dunia.

Majid Khaliq, seorang pemain biola, komposer, dan pemimpin band, telah diakui oleh musisi legendaris Wynton Marsalis karena memiliki “gabungan unik dari improvisasi, groove, dan ketangkasan teknis.”

Majid lulus dari Juilliard School dengan gelar Bachelor of Music pada tahun 2002 dan gelar Master of Arts dalam Jazz Performance dari Aaron Copland School of Music di Queens College pada tahun 2010.

Dia telah berbagi panggung dengan musisi-musisi hebat seperti Wynton Marsalis, Antonio Hart, Regina Carter, Marcus Miller, dan banyak lagi. Pada tahun 2008, Majid menerima penghargaan Fellowship Edward and Sally Van Lier yang bergengsi untuk komposisi.

Pada tahun 2011, ia merilis debut rekaman Jazz-nya yang sukses, “The Basilisk,” yang menampilkan campuran gaya yang eklektik dari musik klasik Eropa hingga hip-hop.

Setelah itu, Majid merilis dua album mixtape dengan band hip-hopnya Ma*Jid, dan namanya masuk dalam daftar Rising Violinist majalah Downbeat sejak tahun 2015. Musiknya menggabungkan berbagai gaya dan pengaruh, dari klasik Eropa hingga jazz dan hip-hop. Pada tahun 2018, Majid merilis album studio keduanya, “SOUND OF A FLOWER,” dengan sukses besar di National Sawdust, yang diikuti oleh tur sukses di Kanada Timur dan Jepang sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2019.

Pada tahun 2021, Majid menerima Bronx Council on the Arts, BRIO Award, untuk keunggulan musikalnya, sementara pada tahun 2022, dia tidak hanya tampil di festival-festival di Tristate NY, tetapi juga diangkat sebagai fakultas di Blaine Jazz Festival. Album studio ketiganya, “No Looking Back,” dirilis pada September 2023, diproduksi oleh Jazz Legend Lenny White. Majid terus menunjukkan bakatnya yang unik dalam dunia jazz, menghadirkan karya-karya yang inovatif dan menginspirasi.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker