News

North Sea Jazz Festival 2025: Perayaan Global Jazz dan Musik Dunia di Rotterdam

Sejak pertama kali digelar pada tahun 1976 di Nederlands Congresgebouw, Den Haag, North Sea Jazz Festival telah tumbuh menjadi salah satu festival musik paling bergengsi di dunia.

Pada edisi perdananya, festival ini menampilkan sekitar 300 musisi dalam enam panggung, menarik 9.000 pengunjung, dan menghadirkan legenda jazz dunia seperti Sarah Vaughan, Count Basie, Dizzy Gillespie, hingga Stan Getz.

Kini, festival ini menjelma sebagai festival musik dalam ruang terbesar di dunia, yang sejak 2006 berpindah ke Rotterdam, dengan lebih dari 150 penampilan dan lebih dari 1.000 musisi setiap tahunnya.

Tahun ini, North Sea Jazz kembali menghadirkan perpaduan eksploratif antara tradisi dan inovasi. Dengan 15 panggung yang tersebar di Rotterdam Ahoy, festival ini tetap mempertahankan nuansa intim meski dihadiri hingga 90.000 penonton.

Genre yang ditampilkan tak hanya jazz, tapi juga blues, soul, funk, hip hop, world music, pop, dan banyak lagi.

Jacob Collier: Artist in Residence 2025

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kehadiran musisi jenius asal Inggris, Jacob Collier, sebagai Artist in Residence. Selama tiga hari, ia akan tampil dalam format berbeda: hari Jumat bersama band-nya, Sabtu menggelar klinik interaktif “Jacob’s Room” dan konser kolaboratif, serta hari Minggu tampil bersama Metropole Orkest.

Jazz Global dan Suara-suara Baru

North Sea Jazz 2025 juga menyoroti gelombang musisi dari negara-negara non-tradisional dalam dunia jazz:

  • Song Yi Jeon dari Korea Selatan, yang dibimbing oleh Dianne Reeves

  • Sun-Mi Hong, pemenang Paul Acket Award 2025

  • Pianis Mongolia Shuteen Erdenebaatar, serta

  • Musisi asal Meksiko, Armenia, dan Kolombia seperti Antonio Sánchez, Tigran Hamasyan, dan Edmar Castañeda

Tak ketinggalan, penyanyi pop-jazz asal Jepang Fujii Kaze yang memadukan jazz dan pop dengan daya tarik massal.

Festival ini juga menghadirkan nama-nama besar yang jarang tampil di Belanda, seperti: Anoushka Shankar, virtuoso sitar dengan karier tiga dekade, El Gran Combo de Puerto Rico, duta besar salsa yang legendaris. Seu Jorge, ikon musik Brasil yang terakhir tampil di sini dua dekade lalu Sheila E, “Queen of Percussion”, tampil bersama ayahnya Pete Escovedo.

Untuk pertama kalinya juga, Rotterdam Philharmonic Orchestra akan menampilkan karya-karya simfonik Wayne Shorter, disertai penampilan para kolaborator setianya Danilo Perez dan John Patitucci.

Ledakan Vokal: Generasi Baru Penyanyi Jazz

Tren baru dalam jazz kontemporer tampak dari hadirnya vokalis-vokalis inovatif Samara Joy, yang menyentuh generasi baru, Lady Blackbird, yang dibandingkan dengan Nina Simone dan Billie Holiday lalu ada Christie Dashiell, Ganavya, dan aja monet, membawa nuansa puisi dan spiritualisme ke dalam jazz.

Tak ketinggalan, legenda seperti Diana Ross dan Norah Jones akan kembali menyapa penggemarnya. Festival ini juga merayakan kebangkitan R&B 90-an dengan kehadiran Mary J. Blige, Maxwell, Celeste, Jorja Smith, dan grup soul revival Thee Sacred Souls.

North Sea Jazz Festival 2025 kembali menegaskan dirinya bukan hanya sebagai panggung jazz, melainkan sebagai ajang pertukaran budaya global yang merayakan keragaman suara, identitas, dan masa depan musik dunia.

Tahun ini pemenang art poster North Sea Jazz yang selalu dilombakan jatuh pada Jassey Hamling, mahasiswa dari Willem de Kooning Academy.

Festival berlangsung dari 11 hingga 13 Juli 2025 dan bertempat di Rotterdam Ahoy, Belanda.

Informasi lebih lanjut silakan cek https://www.northseajazz.com

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker