Jazzèt 2025: Jazz Tanpa Batas Rayakan Keberagaman Dunia – dan Spiritualitas Timur Dwiki Dharmawan
Jazzèt – Hellenic International Jazz Festival 2025, yang berlangsung pada 20–22 Juli di Petra’s Theater, Petroupoli, Athena, menegaskan dirinya sebagai festival jazz global yang merayakan keragaman budaya dan kekuatan musik lintas batas.
Dengan tema besar tahun ini, “Jazz Beyond Frontiers – Music That Unites Worlds”, festival ini mengundang musisi dari berbagai belahan dunia untuk merayakan jazz sebagai bahasa universal yang menghubungkan budaya, sejarah, dan manusia.
Selama tiga hari, panggung Petra Theater menjadi ruang interaksi musikal yang hidup, dengan lineup yang mencerminkan spektrum jazz kontemporer: dari blues rock Bag of Nails, warna Nordik dari Espen Berg Trio (Norwegia), inovasi lokal dari North Side Trio dan Human Touch (Yunani), hingga kolaborasi lintas negara dari Enosis Quartet (Swedia/Finlandia/Yunani).
Festival ini juga menampilkan Lefteris Christofis Trio, dipimpin oleh direktur artistik festival sendiri, yang merayakan 40 tahun kariernya dalam skena fusion jazz Yunani.
Namun, momen puncak festival hadir di malam penutup, Selasa, 22 Juli, ketika Dwiki Dharmawan’s Athenian Ensemble tampil sebagai persembahan terakhir sekaligus penutup yang menggetarkan jiwa.
Pianis dan komposer asal Indonesia ini membawa semangat spiritual Timur ke panggung Yunani dengan formasi lintas negara yang unik dan menyentuh dengan gabungan ritme gamelan, harmoni pentatonik, dan kebebasan improvisasi jazz modern.
Menggandeng Gilad Atzmon, saksofonis asal Inggris yang dikenal karena keberanian musikal dan kritik sosialnya, membawa warna Timur Tengah yang memikat. Ita Purnamasari, vokalis kawakan Indonesia, menyanyikan lagu-lagu dalam nuansa spiritual dan emosional tinggi, membangun koneksi lintas budaya yang menyentuh.
Ditambah instrumen etnik Nusantara yang dimainkan oleh Dede Yanto, serta dukungan musisi lokal seperti Vyron Dolas (gitar), Kimon Karoutzos (kontrabas), dan Nikos Sidirokastritis (drum), menjadikan ensemble ini sebagai simbol nyata dialog musikal global.
