
Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan bilateral antara Swiss dan Indonesia, Kedutaan Besar Swiss menghadirkan Swiss Jazz Excellence: Moncef Genoud Live, sebuah konser jazz spesial yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Institut Français Indonesia (IFI), Jakarta.
Konser ini menjadi momen bersejarah lebih dari sekadar pertunjukan musik, menegaskan peran budaya, khususnya jazz, sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat lintas negara. Jazz memiliki posisi penting dalam lanskap budaya Swiss. Genre ini mencerminkan keterbukaan, inovasi, serta tradisi panjang pertukaran budaya internasional. Melalui konser ini, Swiss tidak hanya merayakan jazz sebagai bentuk ekspresi musik, tetapi juga sebagai bahasa universal yang mampu melampaui batas geografis dan perbedaan budaya.
Dalam sepanjang pengamatan WartaJazz, setidaknya pernah ada Podjama-Saraswati, sebuah kolaborasi antara Indonesia dan Swiss dengan kelompok gamelan I Gusti Kompyang Raka. Begitu juga kolaborasi duo Guerino-Mazzola dengan Maya Hasan yang bahkan sempat menggarap film bersama Garin Nugroho. Dan 2024 lalu Claude Diallo, pianis jazz yang tampil di Ubud Village Jazz Festival bersama Gustu Brahmanta dan Indra Gupta.
Moncef Genoud: Mendengar Dunia Lewat Musik
Lahir di Tunis pada tahun 1961, Moncef Genoud telah mengalami kebutaan sejak lahir. Pada usia dua tahun, ia dibawa ke Swiss untuk perawatan medis dan kemudian diadopsi oleh sebuah keluarga Swiss. Sejak kecil, musik menjadi medium utama Genoud untuk berinteraksi dengan dunia.
Didorong oleh ayah angkatnya yang merupakan pencinta jazz, Genoud mulai belajar piano pada usia enam tahun. Dengan daya ingat auditori yang luar biasa, ia mengembangkan kemampuan memainkan dan memahami musik sepenuhnya melalui pendengaran. Sensitivitas terhadap suara inilah yang kemudian membentuk karakter musikalnya.
Genoud meraih gelar guru musik dari Konservatori Jenewa pada tahun 1987 dan telah berkiprah sebagai musisi profesional sejak 1983. Selama lebih dari empat dekade, ia dikenal sebagai salah satu pianis jazz terkemuka Swiss, berkolaborasi dengan musisi kelas dunia seperti Michael Brecker, Dee Dee Bridgewater, Jack DeJohnette, Idris Muhammad, Bill Stewart, Larry Grenadier, dan Grégoire Maret.
Karier internasional Moncef Genoud membawanya tampil di berbagai belahan dunia, meliputi Eropa, Afrika, Asia, Australia, hingga Amerika. Ia juga tampil di sejumlah panggung dan festival jazz bergengsi seperti Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Jazz at Lincoln Center di New York, serta Victoria Hall Geneva.
Karya-karyanya mencakup format solo piano, trio, ensemble, hingga kolaborasi dengan orkestra simfoni, menunjukkan keluasan ekspresi musikal sekaligus kedalaman teknis yang dimilikinya.
Pesan Persahabatan dari Swiss
Dalam sambutannya, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, menegaskan makna penting acara ini “Musik Moncef Genoud adalah pengingat kuat bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Melalui karya seninya yang luar biasa, kami bangga dapat berbagi ekspresi penting budaya Swiss dengan Indonesia, sekaligus merayakan 75 tahun persahabatan, dialog, dan kerja sama antara kedua negara.”
Konser ini menjadi penanda bahwa jazz tetap relevan sebagai medium dialog budaya, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pengalaman musikal yang mendalam dan manusiawi.