Opini Jazz

Terapi Jazz untuk mengurangi kecemasan

Ada beberapa fakta yang menarik dari musik jazz.
Musik ini dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas kerja, menghilangkan stress dan meningkatkan imunitas tubuh.
Dari hasil penelitian musik jazz terbukti dalam mengurangi kecemasan. Bahkan hanya dengan mendengarkan musik jazz selama 30 menit, kadar immunuglobulin A (IgA) akan meningkat sehingga tubuh akan terjaga dari infeksi bakteri dan virus.
Hal ini sangat bermanfaat sekali, apalagi di musim pandemi seperti ini.
Musisi jazz “mematikan” bagian dari otak mereka selama berimprovisasi.
Dari sebuah studi yang dilakukan oleh 2 profesor dari Universitas John Hopkins. Mereka mengungkapkan bahwa ketika musisi jazz berimprovisasi saat bermain musik, area profrontal dorsolateral dan lateral orbital pada otak yang terkait dengan sensor diri, keinginan menahan diri, dan intropeksi akan mati. Sementara area di otak yang membangkitkan ekspresi diri akan hidup dan berjalan dengan baik.
Kata “hipster” berawal dari salah satu istilah unik untuk musik jazz.
Jika sahabat pecinta jazz, mungkin pernah mendengar istilah “jazz cats” yang mengacu pada musisi jazz. Tapi sebelum istilah itu ada, mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan “alligators” atau “gate”.
Nah “hep” atau “hipster” juga merupakan salah satu sebutan populer dalam jazz. Di tahun 1930, mereka menggunakan kata ini untuk mendeskripsikan seseorang yang keren dan berpengetahuan luas.
Bukan saksofon, melainkan klarinet lah yang identik dengan citra musik jazz pada awalnya.
Klarinet menjadi instrumen dominan dalam jazz yang sering disebut dengan “licorice stick”.
Bahkan kemunculan saksofon sempat ditentang banyak musisi jazz di zaman tersebut.
Jazz merupakan bentuk musik paling sangat variatif di dunia.
Karena semangat kebebasan dan spontanitasnya, jazz berkembang sangat pesat sejak pertama kali diperkenalkan. Jazz telah melahirkan berbagai aliran musik seperti ragtime, dixieland, swing, latin jazz, gypsy jazz, bossa nova, bebop, jazz rock, free jazz, fusion, juga acid jazz.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker