Profile

PETER A. SCHMID – DUETS, DIALOGUES & DUELS

PETER A. SCHMID – DUETS, DIALOGUES & DUELS
(Creative Works CW 1034)

Komposisi:
1. Bleleba 2:54
2. Gamsi 4:32
3. Murmeltanz 4:03
4. Dackelwackel 1:55
5. Adlerflug 5:50
6. Sieben Wachtein 4:57
7. Geiereier 1:44
8. Rapid Rabbit 2:58
9. Bitte-meeh! 1:31
10. BallAde 4:13
11. The Marabou 4:07
1 2. Abi-gaah! 1:30
13. The one and lonely bass clarinet blues 4:00
14. Trialogue 5:00 Zedances 4 Too
15. II 2:23 16. III 0:54
17. IV 2:33
18. I 2:45
19. VII 3:14
20. VI 2:12

Musisi :
Peter A. Schmid :
bass klarinet, kontrabass klarinet
Roland Schiltknecht : dulcimer & bass dulcimer
Dominik Burger :
vibraphon & drum
Pit Gutmann : marimba & obyek-obyek suara

Ada tiga tema dialog yang ingin dipaparkan oleh Schmid dalam album ini. Yaitu Alpine Dialogue, Buschwerk dan Zendances. Pertama, Alpine Dialogue. Komposisi #1 sampai #7. Duet dengan Schiltknecht. Dalam tema ini mengetengahkan potongan-potongan singkat melodi dan ritmik sebagai titik permulaan sebuah proses improvisasi. Dengan sengaja komposisi-komposisi ini tidak diselesaikan pada suatu saat. Yang terlihat kemudian adalah sebuah bentuk komposisi yang tidak dipoles, tajam namun mudah dimainkan dan danceable.

Kedua, Buschwerk. Komposisi #8 sampai #13 yang dimainkan duet dengan Dominik Burger. Tema ini lebih mengacu pada komposisi-komposisi jazz pada umumnya dalam hal yang lebih tradisional. Terutama untuk kombinasi instrumentasi yang bagus dengan pergantian peran. Selain itu, ditambahkannya pula dengan bumbu-bumbu free improvisation, yang pada momen berikutnya hal ini menjadi mandiri.

Ketiga, Zendances. Ada dalam komposisi #14 sampai #20 yang didampingi oleh Gutmann. Mereka berdua tampil dengan lebih ketat dan terkonsentrasi. Bagian ini didasari oleh dua scale yang saling melengkapi dan masing-masing terdiri dari 6 nada. Beberapa bagian komposisi-komposisi ini ada yang sudah jadi dan maupun yang setengah jadi. Pada bagian yang lainnya merupakan bentuk-bentuk improvisasi yang spontan dengan batas-batas yang ketat dan aturan yang mengikat.

Secara keseluruhan, mereka menggarap sebuah alur tema yang barangkali itu menjadi sebuah reaksi alamiah atas respon masing-masing sumber materi suara dan saling keterkaitannya materi-materi tersebut. Reaksi itu dapat berangkat dari bentuk gramatik musiknya maupun mood dan ide-ide instan masing-masing musisi. Antara sesuatu yang keluar mengalir begitu saja, spontan maupun dengan sesuatu yang lebih ketat lagi.

Jazz? Sekurang-kurangnya mungkin menjadi tetangganya. (Ceto/WJ)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker