Profile

DICK DE GRAAF SOUNDROOTS


A Records – AL 73222

Komposisi:

Buy this album1. Recorda Me 5:52
2. Delta Men 7:12
3. Spring Can Really Hang You Up the Most 6:08
4. Stablemates 5:48
5. Petite Fleur 5:05
6. Con Alma 8:05
7. It Ain’t Necessarily So
8:19 8. Doubtful Sound 6:26
9. Fee fi fo fum 4:55
10. Fragile 4:18

Musisi :
Dick de Graaf : tenor, Soprano saxophone
Peter Martin : Piano
Roland Guerin : Bass
Adonis Rose : Drums
DICK DE GRAAF SEPTET – THE BURNING OF THE MIDNIGHT LAMP
VIA Records 9929552

Buy this albumKomposisi:
1. Manic depression 5:50
2. Little Wing 5:02
3. Voodoo Chile 8:42
4. Angel 7:43
5. Dicke Luft 10:01
6. The Burning of the Midnight Lamp 5:12
7. Purple Haze 7:57

Musisi :
Dick de Graaf : Tenor saxophone
Wim Bronnenberg : Guitar
Erik Calmes : Bass
Michael Gustorff : Violin
Konkie Halmeyer : Steel drums
Hans van Oosterhout : Drums
Hans Sparla : Trombone

Dua album terakhir dari Dick de Graaf “Sound Roots” dan ” The Burning of The Midnight Lamp” mempunyai gaya dan konsep musik yang agak berbeda. “The Burning of Midnight Lamp” yang dimainkan bersama septetnya merupakan persembahan untuk gitaris legendaris Jimi Hendrix dimana dalam album ini Dick mengaransir komposisi-komposisi karya Jimi Hendrix yang dimainkan dalam perpaduan corak jazz, rock dan latin. Sedangkan pada “Sound Roots” Dick de Graaf yang dimainkan oleh format quartetnya lebih ke arah tradisi hard bop dan menampilkan komposisi-komposisi dari para musisi terkemuka seperti Joe Henderson, George Gershwin, Sidney Bechet, Wayne Shorter sampai Sting selain komposisi karya Dick sendiri.

Bersama musisi-musisi muda dari New Orleans yang sedang “bersinar” seperti pianis Peter Martin (pianis yang pernah bergabung dengan Betty Carter, Roy Hargrove dan Joshua Redman), bassist Roland Guerin (pernah bergabung bersama Ellis Marsalis dan Marcus Roberts) dan drummer Adonis Rose (penabuh drum dari Nicolas Payton), Dick membuat proyek Soundroots ini dan direkam di New Orleans. Yang terkesan dari Soundroots ini adalah permainan yang solid dari quartet ini, setiap pemain melakukan tugasnya masing-masing sesuai porsi dan tugas mereka sesuai dengan format quartet yang semestinya dimana fokus penonjolan pada piano dan saxophone sebagai pencipta melodi dan berimprovisasi secara solo didukung sepenuhnya oleh para pemain rhythm sectionnya walaupun kadang-kadang sebagai variasi pemain bass atau drums juga melakukan improvisasi solo , atau kalau boleh dianalogikan sebagai sebuah racikan masakan permainan mereka dibuat dengan ramuan dan bumbu yang pas – tidak kurang dan tidak lebih. Permainan saxophone dari Dick yang berciri tone yang hangat dan bersih juga ide-ide yang kreatif dalam menciptakan phrasing pada permainan improvisasi solonya mencerminkan permainan dan sound jazz yang modern apalagi didukung oleh para pemain muda yang sangat bagus terutama Peter Martin yang dalam album ini bermain sangat bagus selain Roland Guerin dan Adonis Rose sebagai rhythm section yang dalam beberapa lagu seolah-olah selalu dapat mengisi kekosongan sehingga tiap komposisi selalu terkesan padat dan mengalir. Interpretasi dan aransemen yang pas sepertinya menjadi kunci Dick dalam album ini jika kita mendengarkan lagu Petite Fleur dari Sidney Bechet, Con Alma dari Dizzy Gillespie atau Fragile dari Sting akan terlihat masing-masing memiliki karakter yang berbeda walaupun dimainkan dalam style yang sama.

Hal tersebut diatas juga menjadi pedoman Dick de Graaf dalam album bersama grup septetnya “The Burning Of The Midnight Lamp” yang merupakan interpretasi terhadap karya-karya Jimi Hendrix. Kita kenal musisi jazz yang paling sering mengaransemen karya Jimi Hendrix dalam musik jazz adalah Gil Evans walaupun yang lain kerap melakukannnya seperti Robert Dick, Lew Sollof ataupun Jaco Pastorius dan mereka masing-masing mempunyai karakter dan interpretasi yang berbeda sesuai dengan gaya mereka masing-masing, demikian juga dengan Dick de Graaf. Jika kita membaca liner notes di album ini yang mengatakan bahwa Dick belajar banyak style seperti bebop, hardbop, latin jazz sampai free jazz, hal ini tercermin semuanya dalam album ini, misalnya kita dengar komposisi “voodoo chile” dimana gaya hard bob dan jazz rock dipadukan dengan sedikit improvisasi bergaya free jazz, ataupun sebuah komposisi dari Dick de Graaf Dicke Luft yang cukup kompleks dengan penerapan banyak style jazz disitu. Dan seperti biasanya dalam memimpin grupnya Dick selalu menempatkan masing-masing personelnya dalam porsi yang pas, permainan gitar dari Wim Bronnenberg meskipun tidak berciri “Jimi Hendrix style” tapi bisa menerjemahkan karakter Jimi dalam permainan gitarnya, pemain biola Michael Gustoorff dan trombonist Hans Sparla juga layak mendapat perhatian dengan permainan-permainan solonya, justru yang tidak selalu menonjol tapi selalu mewarnai tiap lagu dalam album ini adalah suara dari stell drums yang dimainkan oleh Konkie Halmeyer, walaupun hanya mengisi dan mengiringi saja tapi karena suaranya yang khas sehingga terkesan menonjol. Mendengar album-album dari Dick ini sepertinya cirinya dalam membuat suatu aransemen untuk suatu karya selalu dibuat pas sesuai karakternya sehingga malahan kadang-kadang kita jika mendengarkan sekilas hanya terkesan biasa dan belum secara langsung melihat kelebihannya tapi jika diperhatikan terus menerus sdikit demi sedikit akan terkuak sesuatu yang lain dalam album-albumnya dan mungkin justru hal ini yang membuat (paling tidak saya secara pribadi) album-album Dick tidak membosankan untuk didengarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker