Profile

CAROLA GREY

Carola Grey lahir tahun 1969 di Munich, Jerman. Ia mulai mengenal musik ketika belajar piano klasik pada usia 9 tahun. Pada usia 14 tahun, ia beralih ke alat musik drum dan mulai menyusun karirnya. Sebelum kemudian hijrah ke New York pada tahun 1991, Carola menimba ilmu musik di Cologne University. Dikampus ini ia meraih gelar Masters Degree dibidang musik dan pendidikan musik. Carola Grey memiliki gaya komposisi beraliran hard-bop, yang kemudian meluas ke musik rock, latin dan Jazz-funk.

Sekitar enam tahun dihabiskannya di kota yang dikenal dengan New York dengan mengerjakan dan terlibat dalam pelbagai proyek musikal dan aliran yang berbeda-beda. Ia juga mulai mendirikan band sendiri dan memulai tur keliling.

Album debutnya bertitel Noisy Mama dirilis tahun 1992 lewat label JazzLine, dan sempat bertengger dijejeran 10 besar pada tangga lagu U.S. Gavin Jazzcharts. Disini ia menggandeng musisi Ralph Alessi (trumpet), Peter Epstein (saksofon), Craig Handy (saksofon), Mike Cain (piano), Lonnie Plaxico (bass), Ron McClure(bass di 4 lagu).

Album keduanya The Age of Illusions dilempar kepasaran pada tahun 1994 masih dari label yang sama dan dengan dukungan sebagian rekan yang membantu album pertama plus Mike Stern (Guitars), Ravi Coltrane (Saxophones), Carlton Holmes (Piano), Dario Eskenazi (Piano), Ed Schuller (Bass), Calvin Jones(Bass), Gregg Jones (Bass), Gene Perez (Bass), Cafe (Percussion), dan Bobby Sanabria (Percussion).

Tahun 1997 ia merilis Girls Can’t Hit. Kali ini lewat label baru, yakni Lipstick Records. Lineup CD ketiga ini ‘gado-gado’. Sebagian berasal dari Amerika dan sisanya dari Jerman. Mereka adalah Martin Kälberer (keyboard, piano), Rick Keller (saksofon), Werner Neumann (guitar), Paul Koji Shigihara (guitar dan guitarsynthesizer untuk “Aspects Of Eve”), Ina Stock (English Horn pada “Golden Boy”) dan pemain bass eks Gianna Nannini, Paul Tietze.

Masih ditahun yang sama, sebuah undangan lalu datang dari seorang musisi asal India. Proyek dengan ‘master musician’ T.V.Gopalkrishnan membuat Carola Grey menekuni musik India. Hasilnya, bermuara pada kolaborasi dengan penyanyi Ravi Prasad dari Paris. Hal ini pula lah yang kemudian membuat Carola terinspirasi untuk mengembangkan konsep ritmikalnya yang unik dengan dasar pada penggabungan antara dunia barat dan dicounter dengan kekayaan warna India. Konsep ini dirilis pertama kali dalam sebuah seri workshop series yang dilakukan oleh majalah musik “Soundcheck” dan belakangan keluar sebagai sebuah buku di musim gugur tahun 2001 lalu.

Dalam bersolo karir, ia tampil bersama banyak musisi lain, termasuk guitaris Leni Stern, Ravi Coltrane, Lonnie Plaxico, Craig Handy, Rocco Prestia, T.M. Stevens, Wolfgang Schmid, Kadri Gopalnan, Gisele Jackson, grup rock Maria X-Communicada dan banyak musisi Jazz Amerika yang melakukan tur ke Eropa.

Diluar itu Ia juga tampil dalam Blue Moves: Erotic Jazz (1998) dan Blue Moves, Vol. 2: More Erotic Jazz (1998). Juga dengan Maria Excommunikata “Ocean” (1995), Grey & Marsico “Happy Music” (2000), Deirdre Cartwright Group(2001), Steve Hooks “Too Cold’ ” (2001), Dan tentu saja kolaborasinya dengan Tjut Nyak Deviana Daudsjah dalam Tales of Indonesia in Jazz tahun 2001 lalu.

Carola Grey juga kerap mendapat penghargaan baik dalam posisinya sebagai penabuh drum ataupun pencipta lagu. Diantaranya Burghausener Jazzpreis, Staatlicher Kulturförderpreis Bayern, Gouvernment Grand (DAAD), Nominasi untuk peraih SWF Jazzpreis lewat”Noisy Mama”, dan nominasi untuk U.S. “Jazzrockalbum of the Year'” untuk album ketiganya “Girls Can’t Hit”.

Bersama Tjut Nyak Deviana Daudsjah(piano, vokal), Fiona Burnett(saksofon) dan Karoline Hoefler(bass), Carola Grey turut berpartisipasi dalam kegiatan Jakarta Open Jazz yang dilanjut dengan Indonesia Open Jazz. Ia akan kembali hadir bulan Agustus 2002 nanti. Namun sebelumnya, ia dijadwalkan tampil di Munchen bersama Steve Hooks & Too Cold 

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker