Profile

DON GRUSIN – Jazzed Economist

Dalam blantika musik jazz, ada banyak musisi yang mempunyai pertalian persaudaraan yang sukses dalam mengejar kariernya sebagai musisi jazz. Beberapa contohnya antara lain “The Jones” (Thad Jones, Hank Jones, Elvin Jones), “The Brubecks” (Dave, Darius, Christ), “The Marsalises” (Ellis, Branford, Wynton, Delfeayo, Jason), “The Pizzarellis” (Bucky, John) ataupun “The Breckers” (Randy, Michael) dan masih banyak lagi. Meskipun masing – masing mempunyai jalan kariernya sendiri, perjuangan yang berat dan berhasil meraih berbagai penghargaan, terkadang mereka masih menyisakan kerinduannya untuk tampil bersama saudara maupun keluarganya kembali.

Demikian juga dengan sepasang kakak beradik musisi jazz fusion yang di Indonesia cukup popular yaitu Dave Grusin dan Don Grusin. Dave Grusin terkenal sebagai musisi, komposer maupun produser. Sedang adiknya, Don Grusin lebih dikenal sebagai keyboardis dan pianis fusion yang cukup handal. Masing – masing juga mempunyai jalan kariernya sendiri. Meskipun dalam beberapa momen mereka tampak tampil bersama.

Meski pada awalnya Don Grusin seolah menghindari dirinya menjadi seorang musisi, karena dikuatirkan akan berada di bawah bayang – bayang kakaknya. Dia memilih menjadi dosen ekonomi dan tidak menjadi musisi secara fulltime. Namun pada sebuah kesempatan di tahun 1975, Don Grusin pernah diajak Quincy Jones untuk tampil di Jepang. Dari pengalaman tersebut, akhirnya membuat Don Grusin menjadi musisi freelance di kawasan Los Angeles dan sempat memimpin sebuah kelompok bernama Friendship yang pernah merekam albumnya di bawah label Elektra pada tahun 1978.

Peraih gelar Master di bidang Ekonomi dari University Of Colorado kelahiran 22 April 1941 ini akhirnya membuat beberapa album di bawah label JVC di awal dekade 1980an. Sampai pada tahun 1988, Don Grusin bergabung dengan label milik kakaknya sendiri GRP dengan mengeluarkan album kolaberasi Dave Grusin dan Don Grusin yang berjudul “Sticks And Stones”. Dalam album tersebut, mereka tampil sangat serasi. Dengan menggunakan variasi warna suara yang dihasilkan dari variasi beberapa keyboards serta melodius dan bergaya funky. Selama ini karya – karya dan kiprah Don Grusin memang didominasi dengan gaya smooth jazz yang kental dan banyak menyerap pengaruh musik pop.

Album tersebut juga sebagai pertanda pertama kalinya hubungannya dengan label GRP. Hubungan tersebut berlanjut sampai tahun 1994 dengan mengeluarkan beberapa album seperti “Raven” (1990), “Zephyr” (1991), “No Border (1992), “Native Land” (1993) dan “Banana Fish (1994). Beberapa album di antaranya berhasil masuk rangking 20 besar Billboard Top Contemporary Jazz Albums. Beberapa kritikus memilih album “Native Land”, di mana Don Grusin memperlihatkan kemampuannya bermain dalam konsep world beat. Dalam album tersebut, dia juga membawa masuk beberapa instrument eksotis seperti pennywhistle, fletchorn, oboe, Astorian, tuben dan taegum.

Selepas dari GRP, karya – karya Don Grusin terlihat di beberapa label. Hal ini seolah menunjukkan bahwa popularitasnya semakin menurun. Meskipun masih ada album konser yang masih layak disimak dengan judul “The Hang” (2004, Sovereign Artists) atau album “Fire And Rain: Solo Piano” (2005, Video Arts). Di samping itu, namanya masih terlihat dalam beberapa proyek musik “A Jazz Portrait Of Brian Wilson – Wouldn’t It Be Nice” (2005) atau ada dalam album gitaris Oscar Castro-Neves “All One” (2006) dan masih banyak lagi.

***

Saksikan Don Grusin di ajang DJI SAM SOE SUPER PREMIUM JAK JAZZ FESTIVAL 2007 “PAINT THE TOWN JAZZ” pada tanggal 23 – 25 November 2007 di Istora Senayan Jakarta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker