Peter Beets, pianis Belanda yang memilih jazz ketimbang hukum
Peter Beets adalah pianis kelahiran Den Haag, Belanda 12 Juni 1971 ini terlahir dari keluarga yang sudah sangat akrab dengan musik. Ibunya adalah seorang pengajar musik klasik, sementara garis jazz datang dari sang ayah yang mengakrabi karya-karya pianis Oscar Peterson dan drummer Art Blakey.
Peter Beets telah bermain sepanggung bersama para musisi jazz kenamaan seperti Chick Corea, Wynton Marsalis, Dee Dee Bridgewater, George Coleman, Johnny Griffin, Chris Potter dan John Clayton.
Karir internasionalnya bermulai dari rekaman yang dikerjakannya bersama Jeff Hamilton dan Curtis Fuller “New York Trio” yang dirilis tahun 2001.
Keluarga musik ini, yang terdiri dari dua kakak laki-laki, Marius dan Alexander – yang memainkan bass dan tenor saxophone – pindah ke Groenlo pada tahun 1972, di mana Peter menerima pelajaran piano pertamanya pada usia enam tahun. Setelah lulus dari sekolah menengah, Beets belajar di Koninklijk Conservatorium Den Haag mulai tahun 1989. Dia menggabungkan studi musiknya dengan sekolah hukum, tetapi kemudian memutuskan untuk fokus secara eksklusif pada musik.
***
Peter belajar di Royal Conservatory of The Hague. Sejatinya ia belajar musik sambil mempelajari ilmu hukum, namun tampaknya virus Jazz lebih menjalar ditubuhnya sehingga ia memutuskan berkonsentrasi di musik semata.
Sejak tahun 1985, bersama saudaranya, mereka tampil sebagai Beets Brothers. Pada tahun 1990, album pertama Beets Brothers dirilis, diikuti oleh School Is Closed Now (1993) dan Brotherwise (1995). Pada tahun 1996, Beets merekam album trio bertajuk First Date dengan Jeff Hamilton di drum. Dia menjadi pianis populer di Belanda dan mendampingi Deborah Brown, Dee Daniels, dan Rita Reys. Pada tahun 1998, ia lulus dari konservatorium dan menjadi pianis Jazz Orchestra of the Concertgebouw. Dengan trombonis Curtis Fuller, Beets melakukan rekaman live pada tahun 1999 dan memenangkan Concours de Solistes de Jazz di Monaco. Rekaman-rekaman lainnya mengikuti, antara lain Powerhouse pada tahun 2000, dan All or Nothing at All pada tahun 2001.
Pada tahun 2001, Beets merekam album New York Trio dengan Rodney Whitaker dan Willie Jones III, album pertamanya untuk Criss Cross. Setelah sekuelnya, New York Trio Page Two, direkam dengan Larry Grenadier di bass, dia membuat album Criss Cross ketiga, kali ini dengan Reginald Veal di bass dan drummer Herlin Riley. Pada bulan Oktober 2007, album New Groove dirilis. Kali ini dia memilih untuk tampil tanpa drum, tetapi dengan kekuatan piano, gitar, dan bass. Album ini direkam di New York bersama Joe Cohn (gitar) dan Reuben Rogers (bass). Beberapa lagu direkam dengan formasi Belanda: Martijn van Iterson (gitar) dan Ruud Jacobs (bass).
Pada tahun 2010, Beets merilis dua album. Blues for the Date adalah rekaman live yang dibuat dengan Jazz Orchestra of the Concertgebouw. Album ini menampilkan sebagian besar lagu yang dikarang oleh Beets dan memenangkan Penghargaan Edison (setara dengan Grammy Belanda). Pada musim gugur 2010, Criss Cross merilis album kelima oleh Beets: Chopin Meets the Blues. Pada album ini, ia menggunakan melodi Chopin sebagai dasar untuk improvisasi jazz. Dia merekam album ini dengan Joe Cohn (gitar), Reuben Rogers (double bass), dan Greg Hutchinson (drum). Pada Februari 2013, dia merekam lagi dengan formasi ritme ini. Album ini, yang disebut Portrait of Peterson, merupakan penghormatan kepada salah satu idola terbesarnya, Oscar Peterson.
Rekaman langsungnya pada tahun 2018 dari komposisi Django Reinhardt dengan trio gypsy jazz termasuk Stochelo Rosenberg, dipandang oleh banyak orang sebagai pertunjukan bersejarah. Setahun kemudian, produser rekaman kelas dunia Ruud Jacobs membawa rekaman trio baru Peter yang disebut ‘Our Love Is Here to Stay – Gershwin Reimagined’.
Beets telah melakukan tur dengan trio-nya di Jerman, Swiss, Finlandia, dan Polandia serta di Jepang dan Amerika Serikat. Dia tampil di Birdland Club di New York sebagai tamu istimewa selama satu minggu.
Peter juga berkontribusi dalam sejumlah karya musisi/group sebut saja Tom Klein, Lils Mackintosh, Mark Alban Lotz, Piet Noordijk Boptet, Jazz Orchestra of the Concertgebouw, Deborah Carter & Michael Varekamp & Frits Landesbergen, Rosenberg Trio – sampai the Dutch Lady of Jazz Rita Reys.
Terakhir ia ikut dalam album Saxophnis Koh Mr. Saxman / Alexander Beets Quartet / Artvark Saxophone Quartet – King Of Jazz (Tribute To Hm King Bhumibol ) sebuah album tribute untuk Raja Thailand.
Peter juga bekerjasama dengan pianis Chick Corea dalam sebuah duet grand piano tahun 2005. Proyek teaternya “From Bach till Blues” (2003) atau “Chopin meets the Blues” serta “The Blues goes Latin” menunjukan kemampuan lebihnya.
Peter Beets tampil di Ubud Village Jazz Festival 2013.
Hingga saat ini ia telah merilis album baik secara pribadi, maupun berkolaborasi sebagai berikut:
- 1996 – First Date
- 2001 – New York Trio
- 2003 – New York Trio – Page Two
- 2005 – New York Trio – Page Three
- 2005 – Live at the Concertgebouw – Volume I
- 2005 – Live at the Concertgebouw – Volume II
- 2007 – New Groove
- 2009 – First Date Live
- 2010 – Blues for the Date (with Jazz Orchestra of the Concertgebouw)
- 2010 – Chopin meets the Blues
- 2011 – Live at Amersfoort Jazz (with Curtis Fuller)
- 2013 – Portrait of Peterson
- 2014 – Live at the Amsterdam Concertgebouw with Fay Claassen
- 2019 – Our Love Is Here to Stay: Gershwin Reimagined
Beets Brothers
- 1990 – Beets Brothers
- 1993 – School is Closed Now
- 1993 – In the New World
- 1995 – Brotherwise
- 1997 – In Concert At The Jazzcafe
- 2000 – Powerhouse
- 2002 – Live in Holland (CD)
- 2003 – Live in Holland (DVD)
Lebih lanjut:
- https://peterbeets.nl/
Diposting pertama kali pada Jul 20, 2013 at 12:54
Mengalami pembaruan pada 10 Mei 2024

