Profile

Kassa Overall

Awalnya Kassa Overall adalah sideman di New York pada 2010-an yang banyak diminati karena bakatnya yang luas sebagai drummer, produser, rapper, dan vokalis.

Hal tersebut membuatnya bermain dalam berbagai genre seperti jazz, post-bop dan avant-garde, hingga hip hop dengan perkusi sebagai fokus utamanya.

Debut albumnya, “Go Get Ice Cream and Listen to Jazz” (2019) memposisikan dirinya sebagai artis solo.

Lahir pada tahun 1980 di Seattle, Washington, AS, Overall tumbuh dan bermain dengan saudaranya pemain saksofon Carlos Overall, dan mendengarkan campuran jazz, world music, dan hip hop. Dia juga belajar sejak awal dengan drummer Seattle terkenal Larry Jones.

Pada masa remajanya sudah dia sudah bermain dipertunjukkan. Setelah lulus sekolah menengah, dia semakin mengasah keterampilanya sambil mendapatkan gelar sarjana dalam bidang musik dari Oberlin, di mana Overall memperoleh bimbingan yang berharga dari tokoh-tokoh seperti: Billy Hart, Michael Rosen, Elvin Janes, Billy Higgins, dan lain-lain.

Setelah itu, ia pindah ke New York City dan mendapatkan pekerjaan, tampil dengan daftar artis yang tangguh dengan: Christian McBride, Donald Byrd, Vijay Iyer, Francis & The Lights, Mayer Hawthorne, Wallace Roney, Ravi Coltrane, Gary Bartz, Iron Solomon, Gordon Voldwell, dan banyak lagi.

Dia juga mengahabiskan beberapa tahun sebagai anggota kunci dari pianis Geri Allen Timeline Band dan bekerja secara teratur dengan pemain trompet Theo Croker Ensamble.

Sebagai seorang rapper dam produser, Overall telah berkolaborasi dengan Des Racist yang berbasis di New York. Sebagai artis solo, dia telah merilis beberapa single ternama termasuk; “Cauliflower” (2014), “Naked Light” (2016), dan “Cussing at the Strip” (2017). Setelah merilis debut albumnya 2019, Overall merilis album keduanya, “I Think I’m Good” (2020) dan menampilkan sejumlah bintang tamu seperti Sullivan Fortner, Aaron Parks, dan Vijay Iyer.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker