Profile

Trumpeter asal New Orleans Christian Scott

Pemenang dua kali Edison Award dan penerima JazzFM sebagai Innovator of the Year Award 2016, Christian Scott yang dikenal dengan nama adopsi Christian Scott aTunde Adjuah di Afrika Barat, adalah pemain trompet yang dipuji karena pendekatan genre-bending pada jazz.

Pada perhelatan Grammy Awards 2021 yang akan diselenggarakan pada 31 Januari 2021 mendatang, ia di nominasikan untuk dua kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Contemporary Album.

Muncul dipertengahan 2000-an, Scott dengan cepat membedakan dirinya memainkan gaya maverick post-bop yang berasal dari akar New Orleans-nya, dan dia menggabungkan pengaruh modal jazz, fusi listrik, post-rock, dan hip hop. Itu adalah suara yang diperjuangkannya untuk diakui di lagu, “Anthem” (2007), yang direkam setelah Badai Katrina. Dia juga banyak memasukkan musik dari tradisi Latin dan Afrika, serta idiom musik dance elektronik, estetika yang dia eksplorasi di album; “Christian aTunde Adjuah” pada tahun 2012 dan “The Emancipation Procrastination” yang masuk nominasi Grammy tahun 2017.

Lahir di New Orleans, Lousiana, AS, pada 31 Maret 1983, dari pasangan Cara Harrison dan Clinton Scott III, dia memiliki saudara kembar, penulis dan sutradara Kiel Adrians Scott.

Scott menerima trompet pertamanya pada usia 12 tahun sebagai hadiah dari ibu dan neneknya. Karena pamannya adalah pemain saksofon jazz modern, Donald Harrison Jr, yang merupakan kepala suku di Afro New Orleanis Tribes yang dikenal sebagai Black Indian. Dan dia juga cucu dari Big Chief Donald Harrison Sr, tidak mengherankan jika Scott segera menjadi sangat mahir dalam trompet-sangat bagus bahkan, Horrison mengajaknya bermain dipertunjulkannya.

Mengikuti jejak pamannya, Scott mendaftar di New Orleans Center for the Creative Arts yang bergengsi dan kemudian di Berklee College of Music di Boston, di mana dia menerima beasiswa penuh. Di sana, dia terpilih menjadi bagian dari Berklee Monterey Quartet pada tahun 2004, dipilih dari empat musisi terbaik di sekolah, dan bermain di Festival Jazz Monterey.

Meskipun Scott telah muncul dalam rekaman bersama pamannya, dia membuat debut solo lebel besar pada usia 22 tahun di Concord Records dengan album, “Rewind That” tahun 2006. Rekaman tersebut menggabungkan jazz modern, R&B, dan rock, menampilkan Harisson sebagai penampil tamu, dan dinominasikan untuk Grammy akhir tahun itu.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker