Profile

Paul Horn – pelopor world music dan new age

Paul Horn, pemain flute, saksofon, komposer, dan produser. Dia menjadi pelopor world music dan new age lewat album miliknya, “Inside” tahun 1969.
Horn kelahiran 17 Maret 1930, di New York City, AS. Keluarganya pindah ke Washington DC, ketika Horn berusia 4 tahun. Dia bermain piano pada usia 4 tahun, diikuti oleh klarinet di usia 12 tahun. Sementara di Washington DC, Horn bersekolah di Theodore Roosevelt High School dan Washington College of Music.
Pada musim panas 1942, dia bekerja sebagai pengantar di Teater Earl untuk membeli klarinet. Ia belajar klarinet dan flute di Oberlin Conservatory of Music di Ohio, mendapatkan gelar sarjana. Pada Juni 1953, Horn memperoleh gelar master dari Manhattan School of Music.
Pindah ke Los Angeles, ia bermain dengan kwintet Chico Hamilton dari tahun 1956 hingga 1958 dan menjadi pemain sesi di West Coast yang mapan. Horn bermain di Duke Ellington Orchestra Swinging Suites dan bekerja dengan: Nat King Cole, Tony Bennett dan lain-lain.
Pada tahun 1960-an, Horn rekaman di Fantasy Records dengan vipraphonis latin jazz Cal Tjalder (dengan: drummer Willie Bobo dan Margo Santamaria) untuk album, “Latino”.
Selama periode ini, dia menjadi subjek dari film dokumentar televisi David Wolper “Portrait of a Jazz Musician”.
Horn menjadi praktisi meditasi transendental, dan menghadiri pelatihan di Maharishi Mahesh Yogi Ashram bersama The Beatles ketika perjalanan mereka ke India. Mengikuti perjalanannya di India, rekaman Horn berpindah dari jazz ke world music dan new age.
Meskipun dipraktekkan dengan baik sebagai musisi jazz, banyak karyanya yang menentang kategori tersebut. Selain seri, “Inside” dia merekam album jazz lainnya dengan musisi dari berbagai budaya dan latar belakang termasuk China dan Afrika.
Horn tinggal di British Columbia dan Arizona. Dia terakhir menikah dengan penyanyi dan penulis lagu Kanada, Ann Mortifee.
Horn meninggal pada usia 84 tahun, 29 Juni 2014, di Vancouver, British Columbia, Kanada.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker