Profile

Clora Bryant sang pengukir tempat instrumentalis wanita

Clora Bryant tetap menjadi pelopor musik yang sayangnya kurang dikenal. Pemain trompet wanita tunggal yang pernah berkolaborasi dengan Charlie Parker dan Dizzy Gillespie, dia memainkan peran penting dalam mengukir tempat bagi para instrumentalis wanita di dunia jazz yang didominasi pria.
Selama kariernya puluhan tahun telah membuktikan dirinya bukan hanya hal baru tetapi pemain yang benar-benar berbakat tanpa memandang jenis kelamin.
Lahir pada 30 Mei 1927, di Denison, Texas, AS, dari pasangan Charles dan Eulila Bryant, bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah seorang buruh harian dan ibunya adalah ibu rumah tangga yang meninggal saat ia berusia 3 tahun. Ketika Bryant masih kecil, dia belajar bermain piano dengan saudara laki-lakinya Mel.
Bryant tumbuh besar dengan bernyanyi dipaduan suara gereja. Di sekolah menengah, dia mengambil trompet yang ditinggalkan kakak laki-lakinya Fred saat memasuki militer, bergabung dengan marching band sekolah.
Dia terbukti sangat mahir memainkan trompet sehingga memenangkan beasiswa musik ke Bennett College dan Oberlin, ia memilih untuk menghadiri Prairie View College di wilayah Houston, bergabung dengan band swing yang semuanya wanita, Prairie View Coeds.
Kelompok ini melakukan tur di Texas, pada musim panas 1944 mengadakan serangkaian pertunjukkan nasional yang mencapai puncaknya di Teater Apollo yang legendaris di Kota New York.
Meskipun Bryant adalah salah satu solois utama band, namun ia dipindahkan ke UCLA pada akhir 1945 setelah ayahnya mendapatkan pekerjaan di Los Angeles, di sana dia pertama kali menemukan suara bebop yang masih baru, dan mulai bermain dengan serangkaian kelompok kecil di area Central Avenue.
Pada musim panas 1946, Bryant bergabung dengan kelompok Sweetheart of Rhythm yang semuanya perempuan, mendapatkan kartu sertifikat dan berhenti sekolah segera setelah itu. Sekitar waktu ini, dia berteman dengan Dizzy Gillespie, yang tidak hanya menawarkan kesempatan untuk tampil dengan bandnya tetapi juga menjadi mentor Bryant selama sisa hidupnya

Clora Bryant bergabung dengan band jazz wanita kulit hitam The Queens of Swing sebagai drummer, dan melanjutkan tur dengan band.

Pada tahun 1951 dia bekerja di Los Angeles sebagai pemain trompet untuk Josephine Baker dan Billie Holiday. Dua tahun kemudian dia pindah ke New York City.
The Queens of Swing tampil di televisi pada tahun 1951 di program The Hollywood Sepia Tones, dalam program variety show setengah jam di KTLA. Mereka adalah grup jazz wanita pertama yang tampil di televisi. Setelah enam minggu, pertunjukkan itu dihentikan karena kurangnya sponsor. Setelah itu Bryant pindah ke New York pada tahun 1954 karena kehilangan inspirasi dari bermain band.
Pada tahun 1951, dia menjadi anggota sextet wanita yang dipimpin oleh Ginger Smock di mana band ini tampil dan disiarkan selama enam minggu di CBS.
Bryant merekam album pertama dan satu-satunya, “Girl with a Horn” (1957) sebelum kembali ke kehidupan keliling. Dia sering bekerja di klub-klub Chicago dan Denver.
Di Las Vegas Bryant tampil dengan Louis Armstrong dan Harry James.
Dia juga melakukan tur dengan penyanyi Billy Williams dan menemaninya di The Ed Sullivan Show.
Selama tahun 1960 dan 1970-an, dia melakukan tur keliling dunia dengan saudara laki-lakinya Mel, yang seorang penyanyi dan mereka mengadakan serta tampil di acara TV di Australia.
Pada tahun 1989, Bryant menjadi musisi jazz wanita pertama yang melakukan tur ke Uni Soviet setelah menulis surat kepada Mikhail Gorbachev.
Setelah serangan jantung dan operasi bypass empat kali pada tahun 1996, Bryant terpaksa melepaskan instrumen trompetnya tetapi terus bernyanyi. Dia juga memberikan ceramah di kampus-kampus tentang sejarah jazz. Ikut mengedit buku tentang sejarah jazz di Los Angeles berjudul “Central Avenue Sounds: Jazz di Los Angeles” dan bekerja dengan anak-anak sekolah di Los Angeles.
Pada tahun 2002, ia menerima Penghargaan Prestasi Seumur Hidup (Mary Lou Williams Woman in Jazz Award) dari Kennedy Center di Washington DC. Dua tahun kemudian, sebuah film dokumentar tentang dirinya dirilis.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah JazzTimes Bryant berkata; “Tidak ada yang pernah mengatakan kepada saya, “Kamu bisa memainkan trompet, kamu seorang gadis”. Ayah saya mengatakan pada saya; “Ini akan menjadi tantangan, tetapi jika kamu akan melakukannya, saya mendukung kamu sepanjang jalan”.
Bryant meninggal di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles pada 25 Agustus 2019, setelah menderita serangan jantung di rumahnya.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker